SLEMAN - Jalan di Sambirejo telah rusak parah sejak 2022 karena longsor. Namun, hingga kini belum dilakukan perbaikan.
"Daerah ini memang rawan longsor. Setelah 2022 juga beberapa kali terjadi longsor kecil," ujar Lurah Sambirejo Wahyu Nugroho Selasa (1/10/2024).
Menurutnya, ketika longsor terjadi warga akan bergotong-royong membersihkannya agar aliran air bisa lancar. Dengan demikian, kerusakan tidak semakin parah.
Meskipun kondisi jalan mengkhawatirkan, jalan ini tetap digunakan. Menurut Wahyu, jalan ini memang krusial karena menjadi penghubung antara padukuhan di Kalurahan Gayamharjo dengan Sambirejo. Bahkan bisa menjadi jalan pintas dari Gunungkidul menuju Jogjakarta.
Wahyu berharap jalan ini bisa segera diperbaiki lantaran merupakan akses vital penunjang wisata dan ekonomi. Walau demikian, dia berharap nantinya dilakukan kajian mendalam sehingga bangunannya kokoh.
"Kami akan mengikuti hasil kajian dari BPBD supaya pembangunan ini bagus dan tidak terjadi longsor lagi," sebut Wahyu.
Ketua DPRD Sleman Sementara Gustan Ganda yang langsung meninjau lokasi menjelaskan, kunjungan ini adalah hasil dari rapat koordinasi pimpinan. Harapannya, DPRD jadi bisa mengetahui persoalan secara konktet.
"Ini jalan tingkat kalurahan jadi mereka yang harus mengusulkan. Nanti akan kami sampaikan dengan dinas terkait soal perencanaan ini," ujar Ganda.
Dia berpesan agar kalurahan bisa segera menyusun permohonan proposal. Sehingga, perbaikan dapat dilakukan dengan menggunakan APBD.
"BPBD akan ikut ambil bagian agar perencanaannya aman. Kalau tidak, justru akan tidak optimal dan rusak kembali," ucapnya.
Pada kesempatan ini, Ganda juga memberikan apresiasi karena desa sudah berusaha melakukan penutupan untuk pengurangan jumlah kendaraan yang lewat. "Kami sangat berterima kasih karena desa sudah mengajak kami," tandasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita