Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Kompetensi, Al Azhar Jogjakarta Gandeng FMIPA UGM Untuk Beri Pelatihan Non-Destructive Test pada Guru

Fahmi Fahriza • Selasa, 1 Oktober 2024 | 16:05 WIB
FOKUS: Workshop Non-Destructive Test yang dilakukan atas kolaborasi antara SMA Islam Al Azhar 9 Jogjakarta dan FMIPA UGM Senin (30/9/2024).
FOKUS: Workshop Non-Destructive Test yang dilakukan atas kolaborasi antara SMA Islam Al Azhar 9 Jogjakarta dan FMIPA UGM Senin (30/9/2024).

JOGJA - Peningkatan kompetensi pendidik maupun siswa, jadi hal yang disadari betul oleh SMA Islam Al Azhar 9 Jogjakarta. Dalam upaya peningkatan kompetensi itu, sejumlah guru SMA Islam Al Azhar 9 mengikuti workshop Non-Destructive Test (NDT). Dalam praktiknya, kegiatan ini berkolaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM.

NDT sendiri adalah metode pengujian untuk mengevaluasi material, sistem, hingga suatu komponen, tanpa merusak benda yang diuji. Beberapa jenis NDT antara lain, Vacuum Test, Radiography Test, Visual Testing, dan Eddy Current Testing.

Guru Fisika SMA Islam Al Azhar Setyo Eko Rusmanto mengatakan, adanya workshop tersebut jadi salah satu bentuk nyata dari kemitraan kedua institusi. Khususnya dalam pembimbingan kompetensi guru fisika.

"Tujuannya memberi pemahaman komprehensif pada guru soal prinsip-prinsip dasar NDT, ragam metode yang dipakai, serta aplikasinya dalam dunia industri," katanya Senin (30/9/2024).

Selain mendapat workshop berbaris teori, para guru juga praktik langsung dengan berbagai peralatan NDT. Mereka diajak menjelajahi dunia mikroskopis material. Mengidentifikasi cacat tersembunyi, dan memahami prinsip kerja berbagai metode NDT.

"Ahli NDT dari FMIPA UGM yang jadi instruktur. Mereka menyampaikan materi dengan interaktif, jadi peserta bisa mudah paham konsep-konsep yang kompleks," ungkapnya.

Eko menyadari bagi seorang guru fisika, pengetahuan soal NDT sangat berharga. Dengan menguasai materi ini, mereka bisa memberikan gambaran yang lebih jelas pada siswa mengenai penerapan ilmu fisika dalam kehidupan nyata.

"Siswa diharap termotivasi belajar fisika lebih dalam, ketika mereka sadar bahwa ilmu yang mereka pelajari berkontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi dan industri," tuturnya.

Dia berharap, ada lebih banyak kegiatan serupa yang bisa diikuti para guru. Sehingga guru bisa mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi.

Sementara itu, Dekan FMIPA UGM Kuwat Triyana mengapresiasi kolaborasi yang dijalin, dan secara penuh mendukung acara tersebut. "Setelah ini harapannya FMIPA bisa jadi pusat NDT. Kita berharap setelah ini, untuk dosen-dosen ada training sungguh-sungguh," pesannya.

Diakuinya, pelatihan NDT atau Uji Tak Rusak yang diselenggarakan FMIPA UGM merupakan cerminan dari SDGs nomor 4. "Yakni pendidikan berkualitas lewat peningkatan keterampilan mahasiswa, dosen, dan pegawai FMIPA pada keterampilan NDT," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#FMIPA UGM #fisika #workshop #Guru #Non Destructive Test #SMA Islam Al Azhar 9 Jogjakarta