SLEMAN - Internet tak hanya membawa dampak baik. Bagi anak-anak, penggunaan gawai yang intens justru bisa menurunkan fungsi tubuh hingga psikologis. Sehingga, aktivitas fisik seperti sepatu roda bisa digunakan sebagai solusi.
Apabila melihat data dari BPS, persentase penduduk usia lima tahun ke atas yang menggunakan Internet pada pada 2019 sejumlah 71,32 persen. Angka ini meningkat menjadi 77,7. Dari tren ini tak memungkiri bahwa pengguna anak juga semakin meningkat.
Instruktur Komunitas Racing Club Agus Harmanto menerangkan, banyak orang tua yang sengaja menitipkan anaknya untuk belajar sepatu roda karena dinilai terlalu banyak bermain gadget.
"Keluhan soal HP memang makin banyak, terutama tiga tahun belakangan. Barusan juga ada," ucapnya.
Baca Juga: Perusahaan Media Harus Beradaptasi dan Berinovasi agar Mampu Bertahan
Ketika mendapat keluhan soal gadget, strategi yang dilakukan Agus adalah melakukan pendekatan perlahan. Dia mengarahkan anak-anak untuk melihat konten tertentu, khususnya edukasi soal sepatu roda. Selain itu, mengajak mereka untuk berlatih di rumah.
"Kalau di rumah bilang sudah latihan, saya tes di sini. Kalau mental, napas, estetika, sama pembawaannya jelek berarti belum latihan. Nanti saya dorong lagi," jelasnya.
Menurutnya, orang tua kerap meminta anaknya berlatih sepatu roda karena dinilai sebagai alternatif untuk kegiatan di luar ruangan. Umumnya mereka justru tidak diarahkan untuk jadi atlet.
Agus sendiri mengadakan latihan setiap Selasa, Kamis, dan Minggu di Lapangan Pemda Sleman. Dia fokus melatih anak-anak di tingkat pemula. Anak paling muda yang dia latih berusia tiga tahun.
Baca Juga: Hendak Mancing, Temukan Mayat Bayi di Bantaran Sungai Winanga Jetis, Kota Jogja
"Sepatu roda ini meningkatkan percaya diri. Peralatannya itu bisa dipakai ke mana-mana jadi terlihat keren dan gaul. Beda dengan sepak bola atau silat," katanya.
Agus hanya berpesan agar orang tua bisa terus mendampingi anak-anaknya dalam setiap kondisi. "Anak jangan dimusuhi apalagi dibebani, biar mereka main hp agar tidak gaptek. Paling penting harus dipantau," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang ibu yang meminta anaknya berlatih sepatu roda Rika Kanaria menjelaskan, alasannya adalah untuk membuat anaknya senang dengan banyak beraktivitas.
"Anak kalau lagi fokus main sepatu roda, sudah enggak main HP," ucapnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita