Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rumah Organik di Tegaltirto, Berbah, Sleman Jadi Strategi Petani untuk Merdeka Pupuk

Delima Purnamasari • Senin, 30 September 2024 | 03:55 WIB

MANDIRI: Proses pengolahan pupuk organik di Tegaltirto, Berbah, Sleman.
MANDIRI: Proses pengolahan pupuk organik di Tegaltirto, Berbah, Sleman.
 

SLEMAN - Pupuk adalah kebutuhan primer bagi para petani. Untuk itu, petani di Tegaltirto, Berbah, Sleman berusaha agar bisa memproduksinya secara mandiri. Hal ini dilakukan melalui pendirian rumah organik.

"Setiap tahun, pemerintah ada saja kebijakan menaikkan pupuk atau mengurangi subsidi. Akhirnya petani lambat mengurus hal seperti itu dan beli non-subsidi," ujar Ketua Gapoktan Tegalmulyo Suharjono.

Rumah organik sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu. Namun baru diresmikan pada 20 September. Menurut Jono, apabila kapasitas rumah organik ini dimaksimalkan maka dalam sebulan bisa menghasilkan pupuk hingga 30 ton.

"Dari tahun ke tahun, penghasilan petani ketika pakai pupuk kimia tidak bertambah dan malah terus menambah biaya," tambahnya.

Para petani Tegaltirto akan diwajibkan untuk memakai pupuk organik ini. Sebagai bentuk pengenalan, melalui bantuan dana desa petani akan digratiskan di awal produksi.

Menurut Jono, ini adalah strategi terbaik bagi petani Tegaltirto untuk bertahan sebagai wilayah penyangga ketahanan pangan Kabupaten Sleman. Terlebih, di sini ada 17 kelompok peternak.

"Kami tidak sebatas memproduksi pupuk organik padat, tetapi juga pupuk cair, pengembangan agen pengendali hayati, serta sampel tanaman organik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua II Asosiasi Pupuk Organik Kabupaten Sleman Suradiman menjelaskan, kondisi tanah di Tegaltirto sudah mengkhawatirkan. Apabila standar pH minimal tanah adalah enam, maka di Tegaltirto ada di bawah empat.

"Dengan pupuk organik, harapannya kualitas bisa kembali. Tapi ini tidak bisa cepat, satu sampai tiga tahun juga belum bisa," ujarnya.

Untuk itu, rumah organik semacam ini jadi langkah krusial bagi petani. Suradiman menjelaskan, ada beberapa wilayah di Sleman yang memiliki fasilitas serupa, seperti Kalasan, Moyudan, hingga Turi.

"Harapannya banyak wilayah yang mencontoh dan mengikuti," ucapnya.

Dia yakin, apabila petani kembali ke pupuk organik maka kualitas dan kuantitas produksi bisa naik. "Mengubah kebiasaan memang tidak mudah. Apalagi pupuk kimia itu lebih instan. Hari ini ditabur, seminggu kemudian sudah keliatan hijau," tandasnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Tegaltirto #Sleman #pupuk organik #Rumah Organik #Petani #berbah