SLEMAN - Teramati 31 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
Terdengar 4 kali suara guguran dari Pos Babadan dengan intensitas suara kecil hingga sedang.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi terkini.
Periode pengamatan Jumat 27 September 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: Pemkot Jogja Genjot Target PAD Rp 1 Triliun, Maksimalkan Pembayaran Digital untuk Sewa Aset Daerah
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat.
Suhu udara 15-24 °C, kelembaban udara 68-99 %, dan tekanan udara 768-918.7 mmHg.
Gunung jelas,kabut 0-III,kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang,tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, dan tektonik jauh.
Baca Juga: BPS DIJ Merilis Data Kunjungan Wisatawan Nusantara, Bisa Jadi Panduan Perencanaan Pelaku Wisata
Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level 3 siaga sejak 5 November 2020.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Sebagian Wilayah Gunungkidul Sudah Hujan, BPBD Salurkan Air 20 Tangki Per Hari
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin