Mereka menilai fasilitas masih belum memadai.
Untuk itu, mereka menggelar aksi demonstrasi ke gedung DPRD Sleman, Rabu (25/9).
"Kami dipaksa pindah di bulan depan tanggal 7 sampai 12 ini," ujar koordinator aksi Paryanto.
Dia menegaskan, pedagang memang sangat ingin pindah ke pasar induk.
Terlebih, di pasar Godean sementara terjadi penurunan pendapatan.
Namun, para pedagang menginginkan pindah ketika fasilitas telah lengkap.
"Kami tidak tahu, ada apa tiba-tiba diminta pindah. Ada dari pemkab itu datang marah-marah memaksa. Pedagang jadi ketakutan," ucap pedagang tahu tersebut.
Menurutnya, ada berbagai fasilitas yang belum tersedia.
Mulai dari parkiran, jaminan keamanan, hingga gledekan sebagai tempat untuk menaruh dagangan.
"Kami datang ke DPRD meminta agar pemindahan dibatalkan hari ini juga," tegasnya.
Paryanto menjelaskan, apabila nanti pedagang tetap dipaksa pindah maka ke depan akan melanjutkan aksi pada Gubernur DIJ.
"Hari ini 80 persen pedagang tutup semua, ikut demo ini," tegasnya.
Editor : Bahana.