RADAR JOGJA - Untuk kembali menggiatkan layang-layang, Karang taruna Bintang Muda Majegan menggelar Festival Layang-layang Majegan #2 di Padukuhan Majegan, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman. Festival yang digelar 21-22 September 2024 ini digelar untuk mewadahi minat para pegiat layang-layang di Sleman dan sekitarnya.
Ketua panitia acara Andrianto mengatakan, festival tahun ini adalah gelaran yang kedua kali. Usai gelaran perdana digelar pada 2023 kemarin. Peserta yang ikut berasal dari DIY dan sejumlah daerah lain. Seperti Jepara, Kebumen, Cilacap, dan Sragen. “Hari pertama ini ada sekitar 70 peserta. Di hari kedua lebih banyak karena yang luar daerah pada ikut hari kedua,” katanya, Sabtu (21/9/2024).
Ia menjelaskan, ada 4 kategori dalam festival ini. Yakni kategori anak-anak, tradisional, train naga, dan kreasi. Dalam menggelar festival ini, pihaknya juga menggandeng Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Sleman untuk menggaet peserta. “Kami nggak ada seleksi peserta. Cuma promosi dari media sosial aja untuk mengajak penggemar layangan,” ujarnya.
Baca Juga: PAFI PC Pontianak: Inovasi Teknologi dalam Pengelolaan Obat dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Masyarakat
Salah satu peserta Sigit Baskoro mengakui, dirinya berpartisipasi dalam festival ini adalah untuk menyemarakkan dan memeriahkan acara. Sigit sendiri merupakan pegiat layang-layang model Bali. Di festival ini, ia turut serta bersama komunitasnya berjumlah empat orang.
“Ikut di kategori tradisional. Kami pakai layangan model Bali, bawa empat amunisi. Dua layangan bebean dan dua layangan janggan,” ujarnya.
Sigit dan komunitasnya tidak mematok target tinggi dalam keikutsertaannya di festival ini. Dirinya hanya ingin meramaikan festival sekaligus berolahraga. Ia berharap dengan adanya festival ini dapat mengenalkan layangan kepada generasi muda. “Setiap ikut festival kami nggak pernah target untuk juara. Tapi pernah ikut festival dapat juara 1. Yang penting silaturahmi dengan pelayang dari daerah lain,” tandasnya. (tyo)