SLEMAN - Salah satu strategi untuk mempromosikan pariwisata adalah dengan menggali potensi asli daerah. Untuk itu, Kabupaten Sleman terus berupaya mengenalkan anggrek Vanda Tricolor Var Suavis.
"Di dalam anggrek ini ada rekayasa gen yang unik. Ini hanya dimiliki oleh tempat tertentu, utamanya di lereng Merapi," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman Eka Prihastana Putra.
Eka yakin, dengan pengembangan spesies ini bisa meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Terlebih, pada 19-22 September mendatang akan diselenggarakan Festival Anggrek Vanda Tricolor yang ketujuh.
"Festival itu ada banyak, tapi yang ikonnya tanaman hortikultura seperti ini jarang," ujarnya.
Dia menjelaskan, Dinas Pariwisata Sleman akan mendukung proses konservasi anggrek ini. Menurutnya, ini adalah implementasi pariwisata keberlanjutan. "Harapannya ada generasi penerus. Jadi, turisme ini berbasiskan komunitas," ucapnya.
Sementara itu, Pemilik Kebun Anggrek Titi Orchid Sri Suprih Lestari menuturkan, anggrek Vanda Tricolor Var Suavis adalah jenis yang paling mudah untuk ditanam. Sehingga, bisa tumbuh di mana saja. "Tapi kalau ditanam di lereng Merapi warnanya lebih bagus dan lebih harum. Ini membuat Merapi jadi semakin istimewa," ucap Sri.
Dia menyebut, dulunya tidak banyak yang mempedulikan anggrek jenis ini. Masyarakat justru menganggapnya sama seperti rumput. Namun, dengan berjalannya waktu, anggrek ini mulai menemukan pamornya. "Harganya untuk yang ukuran besar bisa mencapai Rp 2,5 juta," ucapnya.
Dia hanya berharap, ke depannya anggrek khas Sleman ini bisa semakin dikenal sehingga terhindar dari kepunahan. "Kami sering memberikan bibit gratis pada siapa saja yang mau nanam," ujarnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita