SLEMAN - Teramati 13 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
Teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 1200 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi terkini.
Periode pengamatan Kamis 12 September 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Baca Juga: Terdakwa Perkara Korupsi PMI Kota Jogja Akui Cairkan Tabungan Berjangka sebelum Waktunya
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.
Suhu udara 14.5-25 °C, kelembaban udara 56-99 %, dan tekanan udara 838-918.5 mmHg.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III.
Asap kawah tidak teramati.
Terjadi kegempaan Awan Panas Guguran, Guguran, Hybrid/Fase Banyak, Vulkanik Dangkal, dan Tektonik Jauh.
Tingkat Aktivitas Gunung Merapi SIAGA Level 3.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Jajaran Polres Bantul Ringkus Dua Pencuri Alat Musik Keyboard di SMP Taman Dewasa 1 Dlingo
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin