SLEMAN - Warisan budaya tak benda di Kabupaten Sleman tak lengkap karena belum ada yang ditetapkan dari bidang kuliner. Untuk itu, pada 2024 ini Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman mengajukan lima jenis makanan. Makanan yang diajukan adalah jadah tempe, apem wonolelo, ayam goreng kalasan, cethil, dan tempe pondoh.
"Kami sudah ajukan ke dinas kebudaya provinsi dan lolos ke pusat. Ini tinggal menunggu saja. Insyaallah lolos semua," ujar Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Sleman Esti Listiyowati, Kamis (12/9/2024). Dinas Kebudayaan Sleman juga sudah menggelar acara Festival Rujak untuk menggencarkan potensi makanan pada setiap daerah di Sleman.
Baca Juga: Pagu Danais Disbud Sleman Berkurang, dari Rp 22 Miliar Jadi Rp 17 Miliar
Menurutnya, potensi kuliner khas di Sleman begitu banyak. Namun, dalam proses penetapan warisan budaya banyak kriteria yang harus dipenuhi. Mulai dari aspek sejarah, cara pengolahan, hingga komunitas pendukung. "Harus ada kajian tapi juga harus cepat. Siapa tahu di daerah lain ada kuliner serupa, nanti keduluan," ucapnya.
Saat ini, Pemkab Sleman tengah membangun sistem informasi warisan budaya. Nantinya kalurahan diharapkan bisa berperan aktif untuk mengajukan potensi khas di daerah masing-masing. Dengan begitu, Dinas Kebudayaan Sleman memiliki data yang kaya. Setiap tahun dinas memiliki anggaran untuk kajian. “Lalu akan kami pilih. Kalau layak, kami ajukan ke provinsi," ucap Esti.
Meski demikian, dia mengingatkan ketika sudah diajukan tidak bisa langsung diterima. Butuh proses verifikasi dan klarifikasi yang panjang.
Sementara itu, Suyatno warga Minggir menjelaskan, salah satu makanan khas dari daerahnya adalah wader bacem. Di dalam makanan khas itu ada nilai-nilai budaya yang kaya. Utamanya menunjukkan potensi daerah. (del/din)
Editor : Din Miftahudin