Ia merasakan kemudahan dalam akses layanan di fasilitas kesehatan baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Baginya keberadaan Program JKN ini sangat membantu dan menjamin seluruh biaya persalinan di RSKIA Sadewa.
Ia tidak perlu khawatir lagi terkait biaya perawatan persalinan buah hati, karena sudah terdaftar aktif sebagai peserta JKN.
Wanita kelahiran Gunungkidul ini menyampaikan, dia beserta keluarganya terdaftar dalam Program JKN pada segmen Peserta Penerima Bantuan (PBI).
Sehingga, pembayaran iurannya pun ditanggung oleh Pemerintah. Meskipun demikian, Reni selalu mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dari rumah sakit.
Dirinya dirawat di kamar dengan fasilitas kelas tiga, serta setiap hari mendapatkan makanan bergizi.
Seluruh tenaga medis selalu melayani dengan ramah tanpa membeda-bedakan antara peserta JKN maupun pasien umum.
“Alhamdulillah Program JKN benar-benar memberikan banyak manfaat untuk saya dan keluarga. Seluruh layanan kesehatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama masuk indikasi medis dan sesuai hak, lalu juga tidak ada tambahan biaya semua pembiayaan gratis,” ujar Reni saat ditemui.
Reni menambahkan, Ia selalu mendapatkan pelayanan yang cukup baik mulai dari pemeriksaan di FKTP hingga rawat inap di FKRTL.
Serta pasien Program JKN lainnya juga tetap mendapatkan fasilitas yang layak sesuai dengan kategori kelas yang terdaftar.
Menurut Reni, adanya pembiayaan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan memang sangat membantu. Lantaran pada kelahiran anak pertamanya dulu dia harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk persalinan di klinik karena belum memiliki kartu JKN.
“Kalau sekarang, uang biaya persalinan dapat digunakan untuk hal-hal lain. Karena kebutuhan setelah melahirkan itu banyak sekali, proses persalinan kali ini dan terjamin BPJS Kesehatan sangat meringankan beban” katanya.
Reni mengaku, memang sudah cukup lama terdaftar dalam Program JKN. Setidaknya hampir sepuluh tahun terakhir ini.
Ia berusaha untuk terus memastikan kepesertaan Program JKN selalu aktif.
Meskipun jarang menggunakan jaminan kesehatan dari Program JKN, namun saat dibutuhkan program ini selalu hadir tanpa berbelit. Pelayanan yang terus meningkat membuat layanan BPJS Kesehatan di FKTP maupun FKRTL semakin membaik dan memberikan kenyamanan bagi peserta Program JKN.
“Proses administrasi menggunakan jaminan dari BPJS Kesehatan pun tidak ribet. Prosesnya hanya menunggu mendapatkan rujukan dari faskes pertama. Lalu kemudian langsung mendatangi faskes rujukan di RSKIA Sadewa,” ungkap Reni.
Ia menceritakan proses rawat inap setelah mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit berjalan dengan lancar.
Pelayanan yang diberikan cepat terlebih saat pencarian kamar rawat inap beserta perawat yang ramah hingga proses pengambilan obat juga terjadwal dengan baik dan lengkap.
Reni mengakui, meskipun menggunakan layanan Program JKN pihak rumah sakit juga tidak mempersulit.
Entah itu itu dalam proses administrasi, kebutuhan pasien, maupun pelayanan kamar, semua berjalan dengan lancar, cepat, mudah dan tidak ada perbedaan layanan atau diskriminsasi, semua pelayanan merata dan adil.
Reni menyebut, sistem gotong royong yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan memang sangat membantu dirinya.
Terlebih ketika dibutuhkan seperti persalinan yang kini sedang dijalaninya.
Ia sangat bersyukur bisa terdaftar dalam Program JKN segmen PBI. Sebab program tersebut sangat meringankan masyarakat, khususnya dari segi pembiayaan di rumah sakit.
“Alhamdulillah biayanya semua gratis dan dijamin BPJS Kesehatan. Semoga Program JKN semakin banyak manfaat untuk seluruh masyarakat,” tutup Reni.
Editor : Bahana.