Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Integrasi UMKM dan Objek Wisata Jadi Strategi Tarik Wisatawan ke Sleman Barat

Delima Purnamasari • Senin, 9 September 2024 | 02:50 WIB

 

TEKUN: Pekerja saam mengerjakan proses pembuatan produk kerajinan di Gamplong, Moyudan, Sleman.
TEKUN: Pekerja saam mengerjakan proses pembuatan produk kerajinan di Gamplong, Moyudan, Sleman.

RADAR JOGJA - Pariwisata di Sleman barat cukup tertinggal jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Untuk itu, integrasi antara UMKM dengan objek wisata jadi strategi yang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten.

Pengusaha kerajinan di Gamplong, Moyudan, Qurratul Uyun menyebut, jika tantangan utama adalah persaingan yang ketat. Daripada kunjungan wisatawan, pemasaran produknya masih bergantung pada penjualan daring. "Usaha saya baru tiga tahun, masih belum tahu cara pengajuan bantuan atau ikut pelatihan dari pemerintah," keluhnya.

Apabila ditengok dari statistik pariwisata 2023, kawasan Sleman barat yang meliputi Kapanewon Godean, Minggir,Seyegan, dan Moyudan, menjadi kawasan yang paling sedikit dikunjungiwisatawan. Yakni hanya sekitar 2,79 persen.

Jumlah tersebut jauh jika dibandingkan dengan Sleman bagian timur yang kunjungannya mencapai 48,12 persen. Wilayah ini meliputi Kapanewon Prambanan, Ngemplak, Kalasan, dan Berbah.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku akan mulai menangani kondisi ini. "Kami mulai di Gamplong, Moyudan. Di sini tempatnya bagus, potensi ekonomi kreatifnya ada," tuturnya.

Menurut Kustini, pengembangan wisata akan sulit apabila hanya mengandalkan satu lokasi wisata saja. Padahal, banyak UMKM di sekitar yang menarik.

Di sisi lain, Sleman barat kaya akan bahan baku industri kerajinan bambu dan gerabah. Secara geografis juga dekat dengan bandara YIA. "Ekonomi kreatif di sini bagus karena ada produksi tenunnya," ucap Kustini.

Daerahnya yang berupa pertanian lahan basah dengan air berkecukupan juga jadi potensi pengembangan agrowisata. Kustini menilai, Sleman barat sudah memiliki potensi dan kecakapan sumber manusia sehingga yang perlu diperbaiki hanya pengemasannya saja. "Di Gamplong ini juga ada jip jadi wisatanya bisa menjangkau titik-titik destinasi. Potensi ini harus diviralkan bersama," tegas Kustini. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pariwisata Sleman #UMKM Sleman #Kustini Sri Purnomo #Sleman Barat