Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sinergi Pentahelix Jadi Strategi Upaya Pengembangan Sektor Pariwisata di Sleman

Delima Purnamasari • Selasa, 3 September 2024 | 06:32 WIB
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Nyoman Rai Savitri.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Nyoman Rai Savitri.

RADAR JOGJA - Pariwisata jari sektor krusial dalam kemajuan suatu wilayah. Terlebih, di Sleman pariwisata jadi sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar.


"Pariwisata menyumbang 30 persen PAD. Ini utamanya dari sektor pajak hotel dan restoran," tutur Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Nyoman Rai Savitri.


Untuk bisa memberikan kontribusi PAD yang sama, bahkan lebih, Nyoman menjelaskan strategi integrasi pentahelix yang dilakukan. Baik itu dari akademisi, komunitas, bisnis, pemerintah, dan media.


"Orang bisa lama menetap di penginapan ketika objek wisatanya banyak. Pariwisata ini bidang yang saling terkait," ucap Nyoman.


Dalam Rencana Strategis Dinas Pariwisata tahun 2021-2026 sendiri disebutkan jika pengembangan pariwisata akan disesuaikan dengan potensi wilayah.

Di antaranya, kawasan Turi dan sekitarnya sebagai wisata alam dan agro, Prambanan serta sekitarnya sebagai kawasan wisata budaya dan kuliner, hingga Minggir dan sekitarnya sebagai kawasan wisata pertanian.


Dengan demikian, Nyoman menjelaskan agar tiap lokasi bisa menemukan keunikannya masing-masing. Sehingga, bisa saling bersaing meski secara kuantitas terdapat banyak destinasi. "Untuk pengelola wisata, kami memberikan pelatihan hingga bisa memperoleh sertifikasi kompetensi," ucap Nyoman.


Dengan berbagai pelatihan yang diberikan, Nyoman berharap pengelola wisata bisa lebih profesional khususnya dalam melayani para wisatawan.


Dia mengingatkan pula bahwa pengembangan pariwisata di DIY adalah berbasis budaya. Menurutnya, ini jadi nilai jual yang luar biasa apabila pengelola bisa menggalinya.


Sementara itu, pegiat budaya Fairuz Realindra menerangkan, produk budaya bisa terus digali lantaraan dihasilkan dari kegiatan yang dilakukan terus-menerus.
"Sekarang produk kebudayaan sudah banyak. Terlebih dengan adanya arus globalisasi," ucapnya. (del/eno)

Editor : Satria Pradika
#pendapatan asli daerah #Dinas Pariwisata Sleman #Sleman #PAD #pentahelix