Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Upacara Adat Ngrowhod, Satu-satunya Hanya Ada di Girikerto, Turi, Diprakarsai Soeharto sejak 2005

Delima Purnamasari • Senin, 2 September 2024 | 04:45 WIB
Prosesi adat Ngrowhod 2024 di Girikerto, Turi.Delima Purnamasari/Radar Jogja
Prosesi adat Ngrowhod 2024 di Girikerto, Turi.Delima Purnamasari/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Kabupaten Sleman kaya akan adat dan tradisi. Salah satunya adalah adat Ngrowhod yang hanya ada di Girikerto, Turi.

Ngrowhod sendiri merupakan singkatan dari ngleluri ombyak hametri koncara. Ini bermakna untuk mempertahankan kebiasaan atas hal-hal yang baik.

Lurah Girikerto Sudibyo menjelaskan, upacara ini adalah wujud syukur atas nikmat Tuhan. "Warga kompak gotong royong melestarikan adat ini," ucapnya.

Inti dari upacara ini setidaknya ada dua hal. Pertama, rebutan hasil gunungan yang berasal dari kekayaan alam desa. Kedua, pengambilan air suci dari Umbul Nangsri. Pada kegiatan ini juga dibuat tumpeng yang nantinya akan dimakan bersama-sama oleh warga.

"Dengan menjaga sumber daya alam, sebuah wilayah bisa memberikan penghidupan bagi semua makhluk hidup," tutur Sudibyo.

Dalam upacara ini air begitu disakralkan sebab menjadi sumber kehidupan. Terlebih, kualitas air dari Umbul Nangsri yang baik juga digunakan untuk air isi ulang.

"Kami sedang merencanakan agar air ini bisa dibuat kemasan untuk jadi produk dari kalurahan," ucapnya.

Menurut penjelasannya, upacara ini diprakarsai oleh lurah sebelumnya, yakni Soeharto pada 2005. Sejak itu, upacara adat ini terus dilaksanakan setiap tahun hingga kini.

"Biasa diadakan pada bulan sapar, tapi ke depan akan kami barengkan dengan hari jadi kelurahan," tambah Sudibyo.

Untuk seluruh prosesi adat ini, Sudibyo menerangkan tidak membutuhkan persiapan waktu yang panjang. Sebab, seluruh warga masyarakat ikut dilibatkan.

"Upacara ini jadi pembelajaran untuk menjaga air sehingga kelestariannya bisa terjaga," ucapnya.

Dia berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut ke depannya. Sudibyo percaya, acara semacam ini bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerangkan, air adalah sumber kehidupan yang harus dilindungi. Kebudayaan semacam ini jadi salah satu cara yang bisa dilakukan.

"Teknologi bisa membuat masyarakat lupa budaya. Tapi di Sleman, kebudayaan justru jadi ciri khas," ucapnya. (cr1)

Editor : Satria Pradika
#Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo #Kustini Sri Purnomo #Girikerto #Upacara Adat Ngrowhod #tradisi #Kabupaten Sleman