RADAR JOGJA - Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo terkesan dengan anak-anak muda generasi milenial yang tetap peduli dengan pelestarian budaya. Terlebih bagi para Gen Z yang turut serta dalam kegiatan kirab merti dusun. Seperti kirab toyo pagesangan di Gading Wetan, Donokerto, Turi, Minggu (1/9/2024).
Toyo pagesangan berarti air kehidupan. Melestarikan air sebagai sumber kehidupan. Dalam kegiatan itu sebagian diikuti kalangan pemuda. "Apabila anak muda ikut lestarikan semacam ini saya ikut bahagia," tutur Kustini.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kustini mendukung setiap kegiatan pelestarian budaya. Bupati berharap kegiatan itu bisa berlanjut di kemudian hari. Sebagai wujud syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa. "Guyub rukun, tanah subur, masyarakat sejahtera lahir batin," ungkapnya.
Apalagi merti dusun tentang pelestarian air. Wilayah Turi kaya sumber air. Bupati berharap sumber air di Turi tetap lestari sampai anak cucu. Bahkan bukan hanya untuk warga Sleman. Tapi juga warga Kota Jogja dan Bantul. Pemkab Sleman bahkan menjalin kerja sama dengan Pemkab Magelang untuk membangun jaringan pipa untuk penyaluran air bersih.
Kembali tentang merti dusun, Kustini bersyukur Kabupaten Sleman masuk Provinsi DIY yang kaya ragam budaya. Yang tak hanya melestarikan seni tradisional tapi mengajarkan unggah ungguh dan tata krama sebagai bagian dari kebudayaan. "Teknologi bisa bikin lupa budaya tapi di Sleman budaya bisa dilestarikan jadi ciri khas. Apalagi banyak pemuda yang terlibat," ujarnya.(cr1)