RADAR JOGJA - Teramati 50 kali guguran lava ke arah barat daya ( Kali Bebeng ) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Kamis 29 Agustus 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi mendung, berawan, dan cerah.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 14-25.6 °Celcius, kelembaban udara 47-95.6 persen, dan tekanan udara 768.2-918.6 mmHg.
Gunung Merapi bekabut 0-III, kabut 0-II, kabut 0-I, dan jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Guguran, Hybrid/Fase Banyak, dan Tektonik Jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada Level 3 (Siaga) sejak 5 November 2020.
Baca Juga: Protes Tarif Terlalu Murah, Ojol Jogja Demo dengan Konvoi
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin