Untuk partai parlemen terdiri dari PDIP, PKB, PKS, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP dan Nasdem.
Sementara partai non-parlemen terdiri dari Partai Ummat, Partai Demokrat, Partai
Gelora, Partai Buruh, dan PSI.
Harda Kiswaya menegaskan, pencalonannya didasarkan pada dorongan masyarakat yang menginginkan perubahan di Kabupaten Sleman.
"Wilayah yang potensial ini tidak menunjukkan kemajuan signifikan. Banyak kekurangan yang justru jadi semakin kronis," tuturnya.
Mantan Sekda Sleman ini memaparkan, pengalamannya selama mengabdi di birokrasi menjadi bekal berharga untuk menjawab tantangan masyarakat.
Sementara itu, Danang menuturkan jika terpilih, dirinya berjanji menjadi pemimpin yang amanah dan siap diawasi secara total.
“Saya sudah memahai dan menyadari permasalahan di Sleman selama puluhan tahun," terangnya.
Visi dan misinya keduanya akan fokus pada penanganan kemiskinan, pengangguran, hingga ekonomi digital.
Sementara itu, Koeswanto selaku Ketua Koalisi Sleman Baru (KSB) menjelaskan Harda-Danang sengaja mendaftarkan di hari terakhir lantaran menyikapi dinamika dukungan masyarakat yang terus mengalir.
"Komposisi dukungan sangat variatif. Ada parpol nasionalis, religius, semua profesi dan latar belakang. Pokoknya komplit," tegasnya. (cr1)
Editor : Bahana.