SLEMAN - Teramati 57 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
Terdengar 2 kali suara guguran intensitas kecil dari Pos Babadan
Terasa gempa Tektonik pada pukul 19.57 WIB intensitas sedang di semua Pos Pengamatan Gunung Merapi.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Senin 26 Agustus 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, mendung, dan berawan.
Angin bertiup tenang ke arah barat.
Suhu udara 13.5-27 °C, kelembaban udara 52-99 %, dan tekanan udara 768.2-918.8 mmHg.
Gunung Merapi berkabut 0-II, kabut 0-III, jelas, dan kabut 0-I.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 80-100 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Awan Panas Guguran, Guguran, Low Frekuensi, Hybrid/Fase Banyak, dan kegempaan Tektonik Jauh.
Tingkat Aktivitas Gunung Merapi berada di level 3 Siaga.
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Baca Juga: 8 Fakta Tentang Gempa Yogyakarta M5,5 yang Berpusat Di Barat Daya Gunungkidul
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin