Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Edukasi Interaktif melalui Simulasi Beberan Jadi Strategi Pencegahan Stunting di Sleman

Delima Purnamasari • Selasa, 27 Agustus 2024 | 04:30 WIB

 

INOVATIF: Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Sleman Mawik Soemarwi saat menunjukkan alat simulasi beberan.
INOVATIF: Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Sleman Mawik Soemarwi saat menunjukkan alat simulasi beberan.


RADAR JOGJA - Persoalan stunting yang disebabkan kekurangan gizi masih berlangsung di Kabupaten Sleman. Untuk itu, edukasi interaktif melalui simulasi beberan jadi strategi pencegahan yang efektif.


Simulasi beberan sendiri merupakan seperangkat alat edukasi semacam permainan monopoli. Di dalamnya terdapat kartu materi, kartu pesan, kartu sanksi, kartu penentu langkah, dan lotre. Untuk memainkannya, diperlukan fasilitator, narasumber, penulis, pemain, dan penonton.

"Selama ini, masyarakat belum tahu betul makna stunting jadi kami lakukan pembinaan," tutur Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Sleman Mawik Soemarwi saat melakukan uji coba kemarin (26/8).


Menurut Mawik, masyarakat kerap berpikir gegabah dengan mengatakan anak yang pendek adalah stunting. Padahal, banyak faktor yang bisa memengaruhi. Di sisi lain, sarana pencegahan masih berupa sosialisasi satu arah dengan satu narasumber yang didengar oleh banyak orang.
"Melalui alat beberan semua akan terlibat dan mengerti materi," ungkap Mawik.


Alat ini sendiri baru dirilis dan diuji coba pertama kali di Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak. Nantinya, ditargetkan setiap kalurahan bisa memiliki sehingga tiap kader bisa memanfaatkannya. "Sejak memulai rumah tangga, pasangan harus paham soal stunting. Jangan baru tahu ketika tumbuh kembang anak tidak baik," tegas Mawik.


Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Sleman Wildan Solichin menyebut, media interaktif semacam ini masih dipercaya sebagai cara yang lebih efisien. "Ini lebih mudah daripada pemberian materi umum. Ada unsur permainannya jadi lebih menyenangkan," tuturnya.


Menurut Wildan, edukasi berarti mencerdaskan dan memberikan kesadaran pada masyarakat. Dengan demikian, cara asuh, perilaku, dan pola hidup masyarakat bisa berubah. "Stunting ini jangan dianggap remeh," tegas Wildan. (cr1/eno)

Editor : Satria Pradika
#Simulasi Beberan #Kabupaten Sleman #pencegahan stunting #alat simulasi