RADAR JOGJA - Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo menilai peran petani sangat penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan. Baik skala daerah maupun nasional.
Petani selalu berjibaku menghadapi musim yang tak menentu. Belum lagi ancaman El Nino hingga masalah irigasi dan hama. Para petani terus berupaya menghasilkan panen padi secara maksimal. Sehingga Kabupaten Sleman selalu surplus beras dan mampu mempertahankan status sebagai lumbung pangannya Provinsi DIY.
Di Kabupaten Sleman, dengan adanya El Nino berdampak pada tanah seluas sekitar 310 hektare yang tidak bisa digarap karena tidak ada air. "Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sleman tengah membuat sumur di sejumlah wilayah guna memenuhi kebutuhan irigasi masyarakat," ungkap Kustini belum lama ini.
Baca Juga: Angkat Eksistensi KWT, Kustini: Pemkab Sleman Siap Bantu Pasarkan Hasil Olahan Produk Pertanian
Pembangunan sumur untuk irigasi di antaranya yelah dilakukan di wilayah Kapanewon Prambanan, Berbah, dan Kalasan. Sumur-sumur tersebut diperkirakan bisa menghasilkan 1.500 kubik air per hari.
Pemkab Sleman juga menggandeng akademisi untuk mempelajari fenomena penurunan debit sumber air Umbul Wadon dan Umbul Lanang di Umbulharjo, Cangkringan. Ini diperkirakan akibat aktivitas erupsi Merapi.
"Ini bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Khususnya di Kabupaten Sleman. Terlebih dengan adanya El Nino yang turut berdampak terhadap stabilitas pertanian," ungkap Kustini.(cr1)
Editor : Satria Pradika