Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pawai Bajingan, Tingkatkan Semangat Peternak Sapi Lokal di Sleman

Delima Purnamasari • Minggu, 25 Agustus 2024 | 19:37 WIB

Kegiatan pawai gerobak sapi yang diselenggarakan di Lapangan Pojok, Minggu (25/8).
Kegiatan pawai gerobak sapi yang diselenggarakan di Lapangan Pojok, Minggu (25/8).
SLEMAN, RADAR JOGJA - Pangrekso Andhini Karyo menyelenggarakan pawai bajingan yang diikuti oleh 86 peserta dari lima paguyuban.

Acara yang digelar di Lapangan Pojok, Harjobinangun, Pakem pada Minggu (25/8) ini merupakan upaya untuk meningkatkan semangat peternak sapi lokal di Sleman.

"Acara ini untuk memberi semangat mengembangbiakan sapi Jawa yang banyak manfaatnya," tutur Ketua Paguyuban Pangrekso Andini Karyo, Tri Haryono.

Kegiatan ini juga sebagai perayaan ulang tahun dari Paguyuban Pangrekso Andini Karyo yang ke-16.

Selain itu, turut bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang melangsungkan dies natalis ke-78.

Lima paguyuban yang turut serta, yakni Paguyuban Pangrekso Andini Karyo sebagai tuan rumah, Manunggal Lestari, Makarti Roso Manunggal, Pager Merapi, dan Langgeng Sehati.

Dalam acara ini, ada tiga kegiatan yang dilangsungkan.

Mulai dari parade berkeliling di lingkungan setempat kira-kira sejauh 5 km, lomba ketangkasan mengemudikan gerobak, dan lomba sapi tunggang.

"Untuk sapi tunggang ada anak muda dan anak kecil yang turut serta," tutur Tri.

Di sini para peserta memperebutkan hadiah berupa makanan sapi, kambing, hingga uang tunai.

Tri berharap acara ini bisa jadi ajang melestarikan gerobak sebagai transportasi tradisional kepada anak muda.

Terlebih, paguyubannya sudah aktif melakukan sosialisasi di sekolah khususnya di Kapanewon Pakem.

"Paguyuban lain yang ulang tahun juga bisa saling mengudang. Jadi merekatkan persaudaraan," harapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Aris Haryanto menuturkan, populasi sapi lokal peranakan ongole (PO) semakin menurun.

Menurutnya, jenis ini kalah saing dengan sapi dari Eropa, seperti simetal dan limosin.

"Kami ingin sapi lokal ini tetap bertahan, khususnya di Sleman," jelas Aris.

Baca Juga: Kisah Haru Orang Tua Ikut Kuliah di FEB UGM Menggantikan Anak yang Telah Tiada

Menurutnya, selain terlatih, sapi-sapi yang mengikuti pawai ini setelah dilakukan inspeksi juga dalam kondisi sehat.

"Kami juga ada pos untuk sapi yang jatuh atau sejenisnya jadi cepat merespons," tutu Aris. (cr1)

Editor : Bahana.