Guna menambah nilai ekonomi produk pertanian, Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo mengimbau para petani, khususnya kelompok wanita tani (KWT), memodifikasi hasil panen pertanian menjadi produk olahan pangan.
Singkong, misalnya. Bisa diolah menjadi keripik. Salak juga bisa diolah menjadi dodol, keripik, sari minuman, dan lain-lain.
"Kami akan bantu pasarkan," ujar Kustini kepada Radar Jogja beberapa waktu lalu.
Hasil olahan produk pertanian tak hanya dari tanaman. Bisa juga perikanan dan peternakan.
Di wilayah utara Kabupaten Sleman banyak peternakan sapi perah.
Susu sapi ada yang dijual berbentuk cair.
Atau susu murni. Ada juga susu cair yang ditambah perasa untuk menambah daya tarik dan selera konsumen.
Susu juga bisa diolah menjadi produk lain seperti jenang atau permen.
Hasil perikanan juga bisa diolah menjadi abon atau makanan ringan. Dan masih banyak lagi.
Bupati mendorong para KWT terus berinovasi dalam mengolah produk hasil pertanian. Seringkali produk-produk tersebut dipamerkan pada acara-acara tertentu yang diselenggarakan Pemkab Sleman.
"Selain untuk pemasaran langsung, kami juga mendorong KWT jualan online. Sekarang sudah merata wifi gratis tiap padukuhan. Mereka bisa memanfaatkan sarana itu," ungkap Kustini.
Di sisi lain, bupati juga menekankan pentingnya mengonsumsi hasil pertanian sendiri. Untuk pemenuhan gizi keluarga.
"Mangan sing ditandur, nandur sing dipangan (makan yang ditanam, menanam yang dimakan)," jelasnya.
Editor : Bahana.