Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Khawatir Tertimpa Timbunan Proyek Tol Jogja-Bawen, Warga Bantulan Seyegan Sleman Minta Relokasi Makam Si Jambu Segera Dilakukan

Delima Purnamasari • Rabu, 21 Agustus 2024 | 05:50 WIB

Sejumlah warga yang juga ahli waris melakukan aksi unjuk rasa di area makam Si Jambu, Padukuhan Bantulan,  Margokaton, Seyegan, Sleman, Selasa (20/8). 
Sejumlah warga yang juga ahli waris melakukan aksi unjuk rasa di area makam Si Jambu, Padukuhan Bantulan,  Margokaton, Seyegan, Sleman, Selasa (20/8). 
 

RADAR JOGJA - Warga di Padukuhan Bantulan, Margokaton, Seyegan, meminta relokasi Makam Si Jambu yang terdampak proyek tol Jogja-Bawen segera dilakukan. Mereka khawatir makam akan ikut tertimpa timbunan proyek yang dilakukan sekitar dua bulan terakhir. 


"Pemindahan kuburan para leluhur segera dilaksanakan karena membuat resah warga, khususnya bagi yang punya leluhur," tutur Tukimin, salah seorang ahli waris di lokasi makam Selasa (20/8). 

Sejumlah warga yang juga ahli waris melakukan aksi unjuk rasa di area makam Si Jambu, Padukuhan Bantulan,  Margokaton, Seyegan, Sleman, Selasa (20/8). 
Sejumlah warga yang juga ahli waris melakukan aksi unjuk rasa di area makam Si Jambu, Padukuhan Bantulan,  Margokaton, Seyegan, Sleman, Selasa (20/8). 


Menurutnya, lahan relokasi sebenarnya sudah disiapkan, yakni tanah yang kini digunakan untuk kandang bagi kelompok peternak setempat. Namun belum ada kepastian kapan pemindahan segera dilakukan. 


"Di makam ini juga leluhur kami yakni Ki dan Nyai Si Jambu," tambah Tukimin.  Bentuk desakan relokasi itu, warga pun membentangkan spanduk di dalam area Makam Si Jambu.


Sementara itu, ahli waris yang lain Satriyo menjelaskan, di Makam Si Jambu terdapat 374 jasad. Namun ada 101 jasad yang belum disetujui untuk dipindahkan. 
Makam Si Jambu sendiri masih aktif digunakan hingga kini. Sehingga, jumlah jenazah yang harus dipindahkan berpotensi akan bertambah. "Luasan makam sekitar 1.500 meter per segi. Semua kena pembebasan," jelasnya. 


Satriyo menuturkan, dia menerima informasi  bahwa dari pihak proyek tol akan memberikan dana Rp 5 juta untuk pemindahan setiap makam. Namun rincian teknis relokasi sendiri belum dilakukan. 


"Proyek kami tutup sampai relokasi dilakukan. Dari tanggal sembilan aktivitas tol dihentikan warga," tambah laki-laki berusia 36 tahun itu. 


Dia turut berharap pihak tol bisa membangun akses jalan untuk relokasi makam yang baru. Sebab, akses yang ada kini hanya berupa jalan sementara dan belum layak. 
Sementara itu, Jagabaya Kelurahan Margokaton Didik Harjunadi menjelaskan, tanah makam berstatus sultan ground (SG). Sementara untuk kandang kelompok sebagai lahan relokasi adalah tanah kas desa. 


"Tanggal 14 Agustus kami sudah berkirim surat ke Jasa Marga untuk relokasi kandang. Kami sudah buka rekening, jadi tinggal menunggu," tuturnya. 


Didik sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan relokasi bisa dilakukan. Dia menyebutkan kelurahan sudah menjembatani kekhawatiran warga soal makam yang berpotensi ikut tertimpa timbunan. 


"Kandang masih aktif digunakan. Kami coba minta dipercepat untuk pencairan, sehingga kandang bisa segera direlokasi dulu," terangnya. 


Sementara soal jasad atau jenazah yang belum diakomodasi pihak tol untuk pemindahan, Didik menerangkan kekurangan ini bisa diajukan kembali. "Pihak tol berjanji kekurangannya tetap diperhitungkan," tambahnya. (cr1/laz)

Editor : Satria Pradika
#Warga Bantulan #Sleman #makam si jambu #Seyegan #sultan ground #relokasi makam #tol jogja-bawen #Terdampak Proyek Tol #leluhur