RADAR JOGJA - Tingginya angka harapan hidup di Kabupaten Sleman membuat pemberdayaan lansia jadi hal krusial. Salah satu opsi yang bisa dipilih adalah melalui bidang kebudayaan.
Berdasarkan data dari BPS, angka harapan hidup di Sleman menunjukkan tren kenaikan. Pada 2021 mencapai usia 75,09 tahun, pada 2022 capai 75,17 tahun, serta 2023 mencapai 75,26 tahun.
Pendiri Sanggar Sedyo Sekar Manunggal Suraji menjelaskan, kegiatan kebudayaan bagi lansia itu penting. Tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi ajang unjuk diri. "Simbah-simbah kalau berkegiatan selalu senang dan gembira. Sakitnya tidak terasa," ujarnya.
Perempuan 70 tahun tersebut hanya berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan terhadap sanggarnya. Utamanya memberi seperangkat gamelan baru sebab yang mereka miliki sudah usang dan banyak mengalami kerusakan.
Sementara itu, Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman Eko Ferianto menuturkan, seluruh lini kegiatan kebudayaan sebenarnya bisa dimasuki oleh lansia. "Semua harus dipersiapkan. Ini jadi sarana pendukung angka harapan hidup yang panjang," jelasnya.
Meski demikian, Eko menjelaskan para lansia ini kerap kali terkendala birokrasi untuk mendapatkan fasilitas pemerintah. Untuk itu, diperlukan pendampingan secara khusus. "Alur pemerintah itu ada surat-menyurat, ada proposal," jelasnya. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika