Kustini Sri Purnomo menanggapi santai mengenai kabar tersebut.
"Ya sudah. Namanya politik," tutur Kustini menanggapi kabar ini, Minggu (18/8).
Dia mengaku akan tetap maju sebagai calon bupati. Sementara wakilnya, akan didiskusikan kembali.
"Insyaallah tetap maju. Wakil nanti kami lihat perkembangannya," tambahnya.
Kabar soal dukungan PKB ini muncul dari beredarnya surel yang ditandatangani oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal PKB M. Hasanuddin Wahid.
Surat ini ditetapkan pada Jumat (16/8) lalu di Jakarta.
Surat dengan Nomor: 35045/DPP/01/VIII/2024 tersebut memberikan persetujuan pada Harda Kiswaya dan Danang Maharsa untuk mendaftar sebagai pasangan calon bupati-wakil bupati dalam pilkada 2024.
Menanggapi kabar ini, Ketua DPD PKS Sleman Indra Gumelar mengaku belum tahu secara pasti.
"PKB sendiri kan mau muktamar. Kelihatannya masih akan dinamis," tuturnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/8).
Indra menuturkan, PKS masih menunggu konfirmasi dari PKB terkait kebenaran surel yang beredar ini.
Hal senada juga disebutkan oleh Sekretaris DPD PAN Sleman Inoki Azmi Purnomo. Dia mengaku masih melakukan konfirmasi terhadap surel yang beredar tersebut.
"Kami belum dapat informasi dari DPC PKB," tuturnya.
Sebelumnya, koalisi PAN-PKS-PKB dikabarkan akan mengusung Kustini sebagai calon bupati.
Sementara wakilnya, berasal dari PKB. Dua nama yang santer dikabarkan akan dipilih adalah anggota DPR RI Sukamto dan pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim Muhammad Nur Wachid.
Ketua Tim Komunikasi Politik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (TKP PCNU) Sleman Mohammad Alfuniam juga mengaku belum dapat informasi pasti.
TKP PCNU sendiri adalah tim yang memberi rekomendasi Gus Wachid pada PKB.
"Saya belum dapat konfirmasi. Coba cek ke ketua DPC," tuturnya.
Apabila PKB mendukung Harda-Danang, maka Koalisi Sleman Baru akan semakin besar.
Gabungan partai yang sebelumnya bernama Koalisi Sleman Bersatu ini akan memiliki 38 kursi.
Jumlah tersebut diperoleh dari PDIP, Gerindra, Golkar, PPP, dan NasDem yang berjumlah 31 kursi. Serta tambahan tujuh kursi dari PKB.
Editor : Bahana.