Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Aswin Langgoso, Berawal dari Ayam Polandia Kini Jadi Peternak Burung Purba

Delima Purnamasari • Kamis, 15 Agustus 2024 | 03:30 WIB
Aswin Langgoso menunjukkan telur burung unta. Beserta burung unta yang sudah dipeliharanya.Delima Purnamasari/Radar Jogja
Aswin Langgoso menunjukkan telur burung unta. Beserta burung unta yang sudah dipeliharanya.Delima Purnamasari/Radar Jogja

 


RADAR JOGJA - Aswin Langgoso, laki-laki yang tinggal di Kapanewon Ngemplak, Sleman ini memiliki hobi tak biasa. Dia menangkarkan burung purba, yakni burung unta.
"Menangkarkan hewan purba itu menantang. Rasanya seperti memelihara dinosaurus," lontar Aswin.

Membawa nama Mahasvin Farm, kini dia memiliki enam ekor burung unta. Aswin juga mengaku belum lama ini dia telah menjual tiga ekor ke Jakarta.
"Nilai ekonominya menarik. Sekarang yang beli mungkin orang yang hobi, tapi ke depan segmennya semakin luas," tuturnya.


Aswin yakin, potensi burung unta ini luar biasa. Dagingnya yang premium bisa diekspor ke hotel atau restoran. Bulu, cangkang telur, hingga kulitnya juga memiiki nilai ekonomi tersendiri. Meski demikian, saat ditanya harga tiap ekornya, Aswin tak mau menjelaskan. "Sampai di sini itu lewat keringat, darah, dan air mata," tuturnya.


Aswin sebenarnya adalah warga Jawa Timur. Hanya bermodalkan kenekatan, dia memilih merantau ke Jogjakarta. Pada 2012, apa pun dia lakukan untuk bertahan hidup. Mulai dari menjadi asisten pedagang bakso, menjual alat elektronik keliling, hingga jadi ojek anak sekolah.
"Suatu ketika, tetangga yang peduli dengan saya ayamnya meninggal dan saya diminta mencari penggantinya," kenang Aswin.


Dalam proses pencarian ayam pengganti tersebut, Aswin justru menemukan ayam Polandia yang baru menetas dengan harga Rp 25 ribu. Meski harganya lumayan, dia memilih untuk membelinya karena dorongan hati.


"Saya pelihara sekitar tiga bulan. Lalu ada orang yang menawar dengan harga satu juta. Saya pikir ini potensi bisnis yang fantastis," beber Aswin.


Semenjak itu, Aswin menjadi makelar. Bermodal promosi hewan milik orang lain, dia bisa mengantongi untung Rp5 ribu sampai Rp 10 ribu. Usahanya perlahan terus berkembang hingga akhirnya dia memiliki hewan eksotis tersendiri, seperti merak dan kura-kura. "Setelah punya peternakan, saya merasa butuh tantangan baru. Lalu jatuhlah pilihan ke burung unta," jelasnya.


Aswin tak menampik, menangkarkan burung purba ini banyak tantangannya. Mulai dari diserang, kegagalan penetasan, sampai pengurusan dokumen asal-usul.
"Ini hewan eksotis, tapi bukan hewan dilindungi. Dokumen asal-usul ini biasanya yang dipertanyakan ketika memelihara hewan eksotis impor," ucap Aswin.


Kini, dia tengah mengembangkan lembaga belajar bernama Mahasvin Institute. Di sini semua orang bisa belajar soal penangkaran hingga pengembangan diri.
"Semua yang diciptakan di bumi itu untuk dimanfaatkan, tinggal cara memanfaatkannya bagaimana," tandas Aswin. (cr1/eno)

Editor : Satria Pradika
#burung purba #burung unta #Mengenal #peternak