Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Margodadi Sleman Merelokasi dan Meninggikan Makam karena Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen

Delima Purnamasari • Rabu, 14 Agustus 2024 | 04:35 WIB
Warga menyelesaikan proses relokasi dan peninggian makam yang terdampak proyek Tol Jogja-Bawen, di pemakaman Druju Karang, Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman, Selasa (13/8).
Warga menyelesaikan proses relokasi dan peninggian makam yang terdampak proyek Tol Jogja-Bawen, di pemakaman Druju Karang, Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman, Selasa (13/8).

SLEMAN - Warga Margodadi, Seyegan, melakukan relokasi sebagian makam yang terkena proyek jalan tol Jogja-Bawen. Selain merelokasi karena tanah seluas 10x37 meter terkena tol, warga juga meninggikan makam. 

Mulyana yang ditugasi sebagai mbah kaum menuturkan, dalam luasan wilayah itu ada sekitar 20 hingga 30 jenazah yang terdampak. Nantinya apabila ditemukan tulang-tulang yang tersisa, akan dijadikan dalam satu makam besar.

"Tapi makam ini sudah ratusan tahun dan sebagian besar sudah jadi tanah," tutur Mulyana kemarin (13/8). 

Dia menuturkan, selain tulang, tanah-tanah bekas jenazah yang umumnya memiliki karakteristik berbeda juga akan disisihkan dan dikuburkan kembali. "Warnanya agak kuning kecoklatan," tambahnya. 

Sementara itu, proses meninggikan posisi makam dilakukan menggunakan batako dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi mata air yang keluar ketika dilakukan penggalian lubang kubur. 

"Kalau musim hujan, digali belum sampai setengah meter sudah keluar air yang deras sampai harus disedot," tuturnya.

Menurut Mulyana, kandungan air di wilayah Druju Karang memang tinggi. Hal ini ditunjukkan dari sumur sekitar yang dangkal tetapi sudah bisa mengeluarkan air.

Warga sebenarnya sudah berencana melakukan peninggian, tetapi belum ada tanah uruk yang tersedia.  "Kalau ini tanah uruk diambilkan dari wilayah yang terdampak tol," tuturnya. 

Mulyana menuturkan, relokasi, peninggian makam, hingga proses uruk ditargetkan selesai sebelum 17 Agustus mendatang. Hal ini lantaran pada malam HUT kemerdekaan itu, warga berencana mengadakan tahlilan untuk mendoakan arwah di makam sekaligus mengenang jasa para pahlawan.  "Selama proses ini saya disuruh ikut menunggui," tambah Mulyana. 

Dia menuturkan, proses relokasi dan peninggian makam  dilakukan sebagai upaya penghormatan kepada leluhur. "Jadi mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Mungkin secara nalar tidak masuk akal, tapi nyatanya seperti itu ada," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanahan Dispetaru Kabupaten Sleman Sukarmin menjelaskan, makam di Margodadi ini tidak mengajukan tanah pengganti. "Seandainya tanahnya akan dipindah, belum mengajukan pada kami," tuturnya saat dikonfirmasi kemarin (13/8). (cr1/laz) 

 

Editor : Satria Pradika
#Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen #tol jogja-bawen