Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Muntahkan 64 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,8 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:47 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 64 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Terdengar 1 kali suara guguran dari Pos Babadan dengan intensitas suara sedang.

Demikian laporan pengamatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi terkini.

Periode pengamatan Senin 12 Agustus 2024, pukul 00:00-24:00 WIB.

Gunung Merapi di Sleman memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berada di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.

Suhu udara 13-28 °C, kelembaban udara 47.8-92.9 %, dan tekanan udara 768-951.8 mmHg.

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, dan kegempaan tektonik jauh.

Baca Juga: Komitmen Unisa Wujudkan Kampus Hijau dengan Metode Eco Enzyme

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di siaga level 3 sejak 5 November 2020.

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman