RADAR JOGJA - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sleman merasa berhak untuk ikut memberikan rekomendasi kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Khususnya soal nama Muhammad Nur Wachid sebagai bakal calon wakil bupati Sleman untuk Pilkada 2024.
"Secara historis dan moral, NU berhak memberi rekomendasi karena yang melahirkan PKB adalah NU," tegas Ketua Tim Komunikasi Politik (TKP) PCNU Mohammad Alfuniam kemarin (11/8).
Menurutnya, Menurutnya, PKB menjalankan politik praktis yang terkait dengan pembagian kekuasan. Sementara NU, menjalankan politik kebangsaan yang terkait dengan persatuan dan negara.
PKB, lanjutnya, berdaulat dengan undang-undang partai politik. Sementara NU, menjalankan undang-undang organisasi kemasyarakatan. "Tapi dua institusi ini tidak bisa saling menafikan," ujar Alfuniam.
Alfuniam menekankan, bahwa gen NU itu sebenarnya politik. Pembentukan TKP ini sendiri merupakan usaha untuk memunculkan kader terbaik NU untuk bisa ikut memimpin Sleman. "Kalau engga ada TKP, kiai dan pondok-pondok akan didatangi para calon lain. Akhirnya cerai-berai ikut sana-sini," jelasnya.
Dia mengaku, pengusungan Gus Wachid juga sudah dikomunikasikan dengan PKB sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan dua dari tujuh rapat formal yang dilakukan TKP bersama PKB.
Meski demikian, Alfuniam tetap akan menyerahkan keputusan akhir pada DPP PKB. "Terus terang, TKP ini tidak hanya mengurusi bupati, tapi penempatan kader-kader yang lain," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Sleman Agus Kholiq tidak mau banyak menanggapi soal kewenangan politik dari PCNU ini. "Saya tidak mempunyai kapasitas untuk mengomentari itu Mba," ujarnya saat dikonfirmasi. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika