Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Status Masih Siaga Level 3, Gunung Merapi di Sleman Kembali Luncurkan Delapan Guguran Lava Sejauh 1,5 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 11 Agustus 2024 | 08:02 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

Radar Jogja - Teramati 8 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.

Terdengar suara guguran sebanyak 5 kali intensitas kecil hingga sedang  dari PGM Babadan. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Sabtu 10 Agustus 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Sepanjang 2024 DIY Alami Empat Kali Deflasi, Pemprov Sebut Bukan Akibat Langsung dari Penurunan Daya Beli

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi mendung, berawan, dan cerah. 

Angin bertiup tenang ke arah barat, timur, dan utara. 

Suhu udara 16.8-26 °C, kelembaban udara 58-99 %, dan tekanan udara 837.3-918.9 mmHg. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Baca Juga: Berawal dari Melanggar Marka Jalan, Dua Truk Tabrakan di Jembatan Kalisen Ruas Jalan Daendels Kulon Progo, Dua Luka Berat dan  Tiga Luka Ringan

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level 3 siaga sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Anak Senja Merapat, Inilah 5 Spot Sunset Terbaik di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi, Dijamin Nggak Bakal Nyesel

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #guguran lava gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi