RADAR JOGJA - Teater merupakan salah satu warisan budaya tak benda dengan nilai seni tersendiri. Untuk itu, memperbanyak ruang ekspresi dinilai jadi strategi yang tepat bagi Kabupaten Sleman untuk bisa mengembangkannya.
Kepala Seksi Pengembangan Kesenian Dinas Kebudayaan Sleman Arief Bowolaksono menuturkan, teater memiliki arti penting sebagai jalan untuk memperkenalkan seni pertunjukkan baru. Sayangnya, belum banyak teater besar yang muncul di Sleman.
"Tumbuh kembang teater di Sleman belum seperti yang kita harapkan," tutur Arief saat ditemui dalam pagelaran Festival Teater Kabupaten Sleman 2024 kemarin (9/8).
Menurutnya, kondisi ini disebabkan minimnya ruang ekspresi yang ada. Baik itu kompetisi, fasilitas, hingga pendanaan.
"Acara di kapanewon atau kelurahan tidak banyak. Kompetisi di kabupaten ini saja hanya setahun sekali dan belum leluasa," jelasnya.
Festival Teater 2024 ini sendiri hanya diikuti oleh enam kapanewon. Membawa tema Cerita Panji, para peserta diminta untuk membawakan lakon selama 30-45 menit.
Menurut Arief, dinasnya sudah mencoba memberikan fasilitas pada semua jenis kesenian. Namun, ketersediaan anggaran dan permohonan tidak sebanding. Oleh sebab itu, para pelaku seni harus benar-benar bisa menunjukkan keseriusannya demi memperoleh dukungan ini. "Embrio-embrio teater di sekolah itu banyak sekali," ujar Arief.
Hal senada juga dijelaskan oleh Landung Simatupang. Pemeran kenamaan Indonesia yang juga jadi juri dalam kompetisi ini menilai, banyak benih-benih teater yang bagus di Kabupaten Sleman.
"Teater itu kesenian kolektif. Ada musik, peran, sampai tari. Ini menguntungkan untuk membina anak muda yang ingin berkiprah di bidangnya," ujar Landung.
Menurutnya, kualitas ruang ekspresi di Sleman, salah satunya bisa dilihat dari gedung kesenian yang digunakan sebagai lokasi kompetisi ini. "Akustiknya kurang jadi susah terdengar dengan baik. Kalau Sleman mau mengembangkan teater, harus membuat ruang ekspresi yang memenuhi syarat untuk pagelaran," tuturnya.
Baginya, fasilitas adalah syarat mutlak untuk mengembangkan sebuah kesenian. Hal ini harus didukung dengan komitmen dan kebijakan politik dari para pemangku kepentingan.
Landung yakin, keseriusan pemerintah Sleman untuk mewadahi kesenian akan berdampak baik bagi warganya. "Anak muda jadi punya ruang untuk menyalurkan energinya. Tidak malah jadi bentuk kenakalan segala macam," ucap Landung. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika