Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Sleman Gelar BIAS pada Agustus dan November, Ciptakan Generasi Emas di Sleman lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 05:50 WIB
Siswa-siswi mengikuti skrining kesehatan dan vaksinasi di SDN 1 Sinduadi, Mlati, Sleman, Jumat (9/8). Dinas kesehatan Sleman menggelar program bulan imunisasi anak nasional (BIAS) yang diadakan serentak bulan agustus dan november. pemberian imunisasi dasa
Siswa-siswi mengikuti skrining kesehatan dan vaksinasi di SDN 1 Sinduadi, Mlati, Sleman, Jumat (9/8). Dinas kesehatan Sleman menggelar program bulan imunisasi anak nasional (BIAS) yang diadakan serentak bulan agustus dan november. pemberian imunisasi dasa

RADAR JOGJA - Pemberian imunisasi dasar secara lengkap adalah langkah strategis untuk membentuk kekebalan tubuh anak. Hal ini diwujudkan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan serentak di Sleman pada Agustus dan November.

"Kami sedang membuat kekebalan komunitas melalui vaksinasi massal seperti ini," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati.

Menurutnya, kekebalan komunitas hanya bisa tercapai jika vaksin dilakukan secara menyeluruh dan merata. Dengan demikian, satu dua anak yang tidak tervaksin pun bisa ikut terlindungi.

"BIAS ini untuk semua anak sekolah tidak melihat swasta atau negeri," tambah Yuli.

Pada Agustus, Dinkes Sleman fokus melakukan vaksin campak atau Measles and Rubella (MR) pada kelas satu sekolah dasar. Selain itu, vaksin Human Papillomavirus (HPV) dosis ke satu bagi kelas lima dan HPV dosis ke dua bagi kelas enam sekolah dasar.

"Ini bukan pekerjaan dinkes semata, tapi lintas dinas. Kami kolaborasi dengan dinas pendidikan sampai kemenag," ujar Yuli.

Dia menuturkan, orang tua tidak perlu khawatir akan dampak vaksin ini. Sebab sebelum vaksin, dokter yang bertugas akan melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu. "Skrining kesehatan untuk mengetahui kondisi anak. Kalau tidak sehat betul akan ditunda," ujarnya.

Apabila nanti selepas vaksin, anak menjadi demam, orang tua bisa meminta obat pada fasilitas kesehatan terdekat. Yuli menuturkan seluruh proses vaksinasi di BIAS hingga permohonan obat tambahan ini diberikan secara gratis.  "Panas itu wajar karena ada benda asing yang dimasukan dalam tubuh. Ini demi membuat antibodi," jelas Yuli.

Semisal anak memiliki kondisi khusus, seperti masalah imun sehingga tidak bisa divaksinasi, dokter yang merawat juga dapat memberikan rekomendasi. "Kami di dinkes mengawal dan mengawasi. Kalau ada masalah kami akan turun," tutur Yuli.

Yuli menegaskan, vaksin ini adalah hak anak. Menurutnya setiap orang tua memiliki kewajiban untuk memberikannya. "Mungkin penyakit tersebut belum ada obatnya, tetapi bisa dicegah dengan imunisasi. Orang tua sebagai orang dewasa seharusnya bisa memahami," pesannya.

Bagi Yuli, mencegah anak terserang penyakit berbahaya adalah langkah untuk menciptakan generasi emas. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan bangsa yang kuat bisa tercapai. (*/cr1/eno)

Editor : Satria Pradika
#skrining #vaksin #dinkes sleman #Mlati #bias #Sinduadi