RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten Sleman berencana menggandeng daerah tetangga dalam upaya penguatan ketahanan pangan dan optimalisasi lahan pertanian. Khususnya untuk pengendalian air menyikapi dampak El Nino.
Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo menyatakan, rencananya akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang dan Klaten. Kedua wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Sleman. Magelang di sisi barat, sedangkan Klaten sebelah timur. "Kami sedang menyiapkan regulasinya," ungkap Kustini usai rapat paripurna di kantor DPRD Kabupaten Sleman, Jumat (26/7/2024).
Dikatakan, wilayah barat dan timur Sleman memiliki potensi yang sama-sama kuat dalam upaya penguatan ketahanan pangan. Terlebih wilayah barat, yang meliputi Kapanewon Minggir, Moyudan, Seyegan, dan Minggir. Wilayah tersebut menjadi penyangga pangan Kabupaten Sleman. Bahkan ditetapkan sebagai kawasan lumbung pangan Provinsi DIJ.
Sedangkan wilayah timur Sleman yang secara geografis didominasi perbukitan juga potensial untuk ladang palawija. Terutama di Kapanewon Prambanan. Sementara Kapanewon Kalasan, Berbah, dan Ngemplak didominasi lahan pertanian. "Selama El Nino curah hujan berkurang. Ini yang harus dipikirkan bersama agar lahan persawahan di Sleman tetap subur," tutur bupati.
Kustini mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki banyak sumber mata air. Terutama di wilayah utara. Di kawasan lereng Merapi.
Sejauh ini sumber air yang ada dikelola untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan rumah tangga. Secara teknis, sumber air juga bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengairan lahan pertanian. "Semua itu masih kami kaji," jelas Kustini. (cr1)
Editor : Satria Pradika