RADAR JOGJA - Teka-teki sosok yang bakal mendampingi Kustini Sri Purnomo dalam kontestasi Pilkada Sleman 2024 mulai ada titik terang. Hal itu menyusul diterbitkannya surat tugas dari DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Sukamto pada Senin (22/7) malam.
Ihwal surat tersebut dibenarkan Ketua Fraksi PKB DPRD Sleman Rahayu Widi Nuryani. "Ya, surat tugas itu turun tadi malam (Senin, 22/7) dari DPP," ungkap putri Sukamto itu kemarin (23/7) malam.
Surat bernomor 3265/DPP/01/VII/2024 yang diteken oleh Sekjen PKB M Hasanuddin Wahid ini mengesahkan Sukamto sebagai bakal calon wakil kepada daerah Kabupaten Sleman periode 2024-2029 dari PKB.
Sebagaimana diketahui, PAN yang bakal mengusung Kustini sebagai bakal calon bupati telah berkoalisi dengan PKS dan PKB. Informasi yang diterima Radar Jogja, PKS tidak mengajukan nama sebagai bakal pendamping Kustini. Maka nama Sukamto kian menguat sebagai bakal calon wakil bupati pendamping Kustini.
Kini, Sukamto memiliki tugas untuk melakukan soaialisai dan komunikasi dengan internal maupun eksternal PKB. “Dalam rangka menggenapkan kebutuhan minimum koalisi Pilkada Sleman dan atau menambah dukungan koalisi,” sebut Wahid.
Sebelumnya, Sukamto diketahui ikut penjaringan sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati melalui DPC PDIP Sleman. Selain itu, dia juga mendaftar lewat Partai Golkar dan Partai Gerindra.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman Gustan Ganda mengaku, masih belum mengantongi nama calon yang akan diusung pada Pilkada Sleman 2024. Hal ini karena surat tugas maupun surat rekomendasi dari DPP PDIP tak kunjung turun. Sehingga partainya masih belum melakukan deklarasi maupun kerja sama dengan partai lain. “Apakah nanti akan dikeluarkan secara bersamaan, kami tidak tahu,” ucapnya.
Dia menyebut, tokoh yang ikut dalam penjaringan sebelumnya adalah Harda Kiswaya, Danang Maharsa, Kustini Sri Purnomo, dan Arief Surahman untuk bakal calon bupati. Sementara untuk calon wakil bupati, ada Fourista Hardayanto dan Haris Sugiharta. Ada pula Sukamto yang mendaftar sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati. “Yang cukup efektif membuat gerakan itu Harda, Kustini, dan Danang,” tutur Ganda.
Dia menilai seluruh gerakan dari para bakal calon ini menunjukkan keseriusan dan kapasitas mereka. “Jadi, agar terlihat di DPP,” kata Ganda. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika