Salah satunya dengan kehadiran Koalisi Sleman Bersatu (KSB) yang mengusung Harda Kiswaya sebagai bakal calon bupati.
Menanggapi hal tersebut, bakal calon kuat lainnya, Kustini Sri Purnomo menuturkan pihaknya masih terus berkomunikasi dengan seluruh partai.
Termasuk yang telah bergabung dalam KSB.
“Semua komunikasi, yang bergabung (red: KSB) saja masih komunikasi, apalagi yang tidak bergabung,” ujarnya saat ditemui pada acara Safari Bupati di Masjid Al Hikmah Kembangan 2, Jumat (19/7) lalu.
Sebagaimana diketahui, KSB sendiri terdiri dari tujuh partai politik, yakni Partai Golkar, NasDem, PPP, PKS, Gerindra, PSI, dan Partai Ummat.
Menanggapi proses deklarasi dari KSB yang telah dilakukan pada Kamis (18/7) lalu, Kustini mengaku pihaknya masih melakukan persiapan.
“Pilkada masih lama, masih satu bulan,” tambahnya.
Kustini mengaku tidak masalah dengan siapa pun nantinya yang mungkin menjadi lawan dalam memperebutkan kursi bupati.
“Kami bebas siapa pun, tidak apa-apa, yang penting ke depannya,” tegas Kustini.
Saat ditanya kapan akan menyusul melakukan deklarasi, Kustini menjelaskan masih menunggu wakil bupati yang akan membersamainya.
Dia menyerahkan semua proses dan tahapan pilkada kepada partai pengusungnya, termasuk dalam urusan memilih bakal calon bupati ini.
“Dari partai, saya belum tahu karena belum mengeluarkan,” ujarnya.
PAN sebagai partai yang memastikan bakal kembali mengusung petahana dalam Pilkada Sleman 2024 bergeming menyikapi deklarasi KSB pekan lalu.
"Sabar. Kami masih menunggu proses," kelit Sekretaris DPD PAN Sleman Inoki Azmi Purnomo melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (21/7).
Politikus yang pernah menjabat wakil ketua DPRD Kabupaten Sleman peiode 2015-2019 itu enggan menanggapi lebih lanjut dinamika pilkada di Bumi Sembada saat ini.
Sementara itu, Ketua KSB Sukaptana mengaku koalisinya telah solid dan menampik adanya partai di dalam KSB yang berkomunikasi dengan pihak Kustini.
“Tidak ada itu,” tegasnya.
Editor : Bahana.