Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Koalisi Sleman Bersatu Usung Harda Kiswaya Jadi Bacabup dalam Pilkada 2024, Didukung Tujuh Parpol, untuk Wakil Masih Tahap Usulan

Delima Purnamasari • Jumat, 19 Juli 2024 | 04:45 WIB

Mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswa menemui Simpatisan saat Deklarasi di Lapangan Denggung, Sleman, Kamis (18/7).ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
Mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswa menemui Simpatisan saat Deklarasi di Lapangan Denggung, Sleman, Kamis (18/7).ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Bakal calon bupati Sleman dalam Pilkada 2024 makin mengerucut. Lima partai politik yang tergabung dalam Koalisi Sleman Bersatu (KSB) Kamis (18/7) resmi mengusung Harda Kiswaya sebagai bakal calon bupati Sleman periode 2025-2030.


Kelima parpol itu terdiri atas Partai Gerindra, PKS, Golkar, PPP, dan NasDem. Ketua DPC Partai Gerindra Sleman HR Sukaptana menuturkan, koalisi ini terus berkomunikasi dan memiliki kedekatan dengan Harda Kiswaya.

Konferensi pers Koalisi Sleman Bersatu (KSB) saat mengusung Harda Kiswaya sebagai calon bupati Sleman dalam Pilkada 2024.Delima Purnamasari/Radar Jogja
Konferensi pers Koalisi Sleman Bersatu (KSB) saat mengusung Harda Kiswaya sebagai calon bupati Sleman dalam Pilkada 2024.Delima Purnamasari/Radar Jogja


Menurutnya, Harda adalah putera daerah yang bisa membawa perubahan bagi Kabupaten Sleman. "Lima partai sudah berkomitmen. Hari ini (kemarin, Red) ada dua partai yang baru bergabung, PSI dan Partai Ummat," jelas Sukaptana kepada wartawan saat deklarasi KSB di Kantor DPD Partai Golkar, Kamis (18/7).


Sukaptana menjelaskan, masih ada satu partai lain yang akan bergabung dalam KSB. "Kita tunggu saja. Satu atau dua hari bisa hubungi saya,” ujarnya ketika ditanya soal parpol yang dimaksud.
Terkait calon wakil bupati, Sukaptana mengaku masing-masing partai telah memiliki usulan.

Beberapa nama yang disebutkan, di antaranya, Nurcholis Suharman (anggota DPRD DIJ), Reno Candra Sangaji (lurah Condongcatur), dan Sukamto (anggota DPR RI). “Pasangannya nanti yang bisa bekerja sama,” ungkapnya.


Dalam deklarasi ini turut dilakukan penyerahan surat tugas dari lima partai serta penandatanganan pakta integritas. “Untuk surat rekomendasi masih menunggu wakil karena harus sepasang,” tambahnya.


Gabungan lima partai ini total memiliki 24 kursi di DPRD Sleman. Jumlah ini telah memenuhi syarat minimal bagi parpol atau koalisi untuk mengusung calon bupati-wakil bupati yakni 10 kursi.
Ketua DPC PPP Sleman Untung Basuki Rahmat menargetkan, KSB bisa memiliki kursi di DPRD di atas 75 persen. "Kalau tidak jadi anggota KSB, tidak bisa mencalonkan wakil,” katanya. KSB tidak ingin memilih calon yang datangnya tiba-tiba atau dipaksakan.


Harda Kiswaya menuturkan, deklarasi ini merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya. Dia berjanji akan mempertanggungjawabkan amanah ini pada semua partai pengusung. “Bapak saya seorang pamong desa yang melayani masyarakat. Saya belajar dari beliau,” katanya.


Setelah deklarasi, Harda mengaku akan berkoordinasi dengan partai untuk menambah kekuatan timnya. “Partai yang punya wakil di dewan ada delapan. Kalau bisa semuanya masuk koalisi,” tutur mantan sekda Sleman ini.


Apabila terpilih, Harda berjanji akan melakukan perbaikan infrastruktur jalan untuk memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat. Selain itu, memberikan peluang yang luas bagi anak muda di Sleman untuk bisa belajar di perguruan tinggi. “Jadi ke depannya anak-anak punya daya saing tinggi,” tuturnya. (cr1/laz)

Editor : Satria Pradika
#Bacabup #koalisi sleman bersatu #Bupati Sleman #pilkada 2024 #Kabupaten Sleman #Harda Kiswaya