RADAR JOGJA – Kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman masih didominasi dari kawasan timur. Sesuai data statistis pariwisata 2023, kunjungan wisatawan sebanyak 48,12 persen ada di Kapanewon Prambanan, Ngemplak, Kalasan, dan Berbah. Sedangkan di Sleman barat meliputi Kapanewon Godean, Minggir, Seyegan, dan Moyudan hanya 2,79 persen.
Rendahnya persentase kunjungan ini, disebut karena daerah barat merupakan lumbung pangan. “Cara mudah tentu membangun objek wisata besar bersama investor.
Tapi tidak bisa karena khawatir mengganggu produktivitas pertanian,” beber Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Nyoman Rai Savitri Rabu (17/7).
Kondisi tersebut, disebut berbeda dengan wisata di wilayah timur yang sudah didukung dengan hadirnya wisata candi. Sementara di utara, terdapat lereng Gunung Merapi.
Untuk itu, pihaknya mencoba melakukan penguatan pada desa-desa wisata. Menurutnya, sudah ada beberapa destinasi yang berkembang, seperti Studio Alam Gamplong dan Desa Wisata Cibuk Kidul. “Jujur saja, pariwisata itu harus ada objeknya dulu,” katanya.
Nyoman menjelaskan pendampingan untuk mengenalkan dunia pariwisata juga terus dilakukan. Selain itu, pihaknya turut membuat kegiatan di wilayah Sleman barat. “Kami pernah menyelenggarakan Ngaran Kite Festival dan Ngayogjazz di Seyegan,” tambah Nyoman.