RADAR JOGJA - Baznas Sleman aktif memberdayakan mualaf di Bumi Sembada. Setiap tahunnya, bantuan Rp 20 juta akan digelontorkan untuk setiap kapanewon.
Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Sleman Diyas Nugroho menjelaskan, Rp 10 juta biasanya digunakan untuk penguatan ekonomi atau UMKM milik para mualaf. Sedangkan siswanya, sebagai penguatan akidah. Seperti membeli peralatan ibadah atau biaya mengadakan pengajian.
“Jadi, mualaf bisa tetap senang meski masih di tahap belajar,” ungkapnya di Pendopo Parasamya, Sleman kemarin (14/7).
Menurut Diyas, penguatan semacam ini dilakukan dengan kerja sama penyuluh agama fungsional di masing-masing kapanewon. Mereka nantinya akan melakukan pendataan terkait mualaf baru atau yang perlu bimbingan.
“Kalau mengaji dan salatnya bagus, sudah tidak dikatakan mualaf lagi,” kata Diyas.
Bagi Diyas, penguatan semacam ini penting sebab beberapa mualaf menerima perundungan dari saudara, kehilangan pekerjaan, atau dikucilkan dari komunitasnya. “Jadi para mualaf merasa terlindungi dan dipedulikan,” tutur.
Pun dengan adanya pameran produk UMKM yang melibatkan 350 mualaf dari 17 kapanewon. Acara ini merupakan usaha untuk memberdayakan para mualaf dari segi akidah maupun ekonomi. “Kami tidak mengajak orang masuk Islam, tapi membina orang yang sudah jadi Islam,” tegasnya.
Program serupa, juga pernah digelar tahun lal. Bertajuk Wisuda Mualaf. “Semoga program ini menumbuhkan semangat para mualaf untuk menjadi pemeluk agama yang kaffah,” harap Diyas.
Mualaf asal Ngaglik Bento Guimaraes menuturkan, menjadi mualaf karena berkenalan dengan banyak orang. Selanjutnya, dia mencoba mencoba membeli buku mengenai salat dan doa-doa pendek. “Saya dulu ikut keliling waktu malam takbir meski belum paham,” jelasnya.
Bento mengaku senang dengan diadakannya kegiatan ini. Karena bisa berkumpul dengan mualaf lainnya sembari berjualan kue. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika