Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Riyanto, Kru Produksi Film Yang Kini Jadi Pawang Hujan: Berhasil Dibilang Kebetulan, Gagal Disebut Abal-Abal

Delima Purnamasari • Jumat, 12 Juli 2024 | 12:50 WIB
Riyanto.Dok Pribadi 
Riyanto.Dok Pribadi 

RADAR JOGJA - Profesi sebagai pawang hujan sudah lima tahun dijalani Riyanto alias Gosong. Pria kelahiran Gunungkidul ini pun kerap dimintai tolong untuk berbagai hal. Banyak suka dan duka menjadi seorang pawang hujan ini.

DELIMA PURNAMASARI, Sleman

Ia mengakui ada saja ulah atau permintaan terhadap dirinya berkait dengan profesinya sebagai pawang hujan. Meski terkadang dinilai tidak masuk akal.


Misalnya ia diinta mengubah cuaca jadi mendung padahal keadaan sedang panas. Atau membuat angin di pinggir pantai tidak terlalu kencang, hingga mencegah tenggelamnya matahari.
"Syutingnya ya saya suruh pindah ke Makkah. Mereka mengira pawang hujan bisa menguasai segalanya," ujar Gosong seraya tertawa.


 Dirinya memang kerap menjadi pawang hujan saat syuting film. Karena itu, ia akan berjaga dari 10 hari hingga sebulan. "Dalam jangka waktu selama itu, pasti ada satu dua kali hujan," katanya.


 Sebelumnya, ia sendiri juga bagian dari kru produksi film. Hingga suatu ketika hujan deras menerjang dan produsernya meminta ia untuk coba menghentikan hujan, dan akhirnya berhasil.


"Dari situ berawal dari mulut ke mulut sampai sekarang. Tapi dari awal di film, aku gak pernah bilang kalau suka ritual atau klenik," ungkapnya.


 Ketika diminta menjadi pawang hujan, Gosong akan berpuasa dan hampir tidak tidur selama bekerja. "Kalau seputaran Jogja, aku biasanya satu hari. Kalau luar daerah, puasanya lama. Bisa tiga hari," ujar laki-laki 38 tahun ini.


 Dia mengaku tidak memasang harga khusus untuk pekerjaannya. Namun setiap bekerja, ia akan meminta disediakan rokok dan kopi hitam.


"Susahnya jadi pawang hujan itu kalau berhasil dibilang kebetulan, kalau gagal dikira abal-abal. Udah biasa dikatain begitu," keluhnya.


Untuk menjadi pawang hujan, ia belajar dengan banyak guru. “Terakhir berguru ke Ponorogo. Saya belajarnya lama. Itu pun masih menunggu wahyu, apakah ilmunya bisa berguna untuk orang banyak atau buat sendiri," jelasnya.


Gosong turut mengingatkan pawang hujan adalah seseorang yang diminta untuk berdoa dan profesi ini jalan rezeki seseorang. "Intinya kalau tidak percaya ya nggak usah memanggil. Tidak perlu menghujat satu sama lain," pesannya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Gunungkidul #pawang hujan #Produksi Film #Mengenal #Makkah #ponorogo