Meski demikian, masih ada dua calon lain dan akan diberikan surat tugas yang sama.
“Politik itu soal komunikasi. Salah satu yang intens berkomunikasi itu Pak Harda,” ujar Arif Priyosusanto, Sekretaris DPC Sleman Partai Gerindra, Rabu (10/7).
Bersama Harda, pihaknya merencanakan visi untuk membangun Sleman berbasis kewilayahan.
“Misal di Depok banyak kampus. Kami fokuskan di sana sebagai pusat pendidikan,” tambahnya.
Walau demikian, Arif menjelaskan bahwa sangat mungkin ada perubahan soal calon yang resmi diusung nanti.
Pihaknya hanya memberi usulan, sementara keputusan akhir ada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Masih bisa ada komunikasi lanjutan. Belum seratus persen ke Pak Harda,” tegasnya.
Arif menjelaskan masih ada dua calon lain yang melakukan pendaftaran pada pihaknya, yakni Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Anggota DPR RI dari PKB Sukamto.
Sementara untuk wakil bupati, Arif mengaku masih melakukan penjajakan dari berbagai tokoh.
Di antaranya, akademisi salah satu universitas di Magelang Chaidir Iswanaji, Lurah Condongcatur Reno Candrasangaji, Anggota DPRD DIJ Nurcholis Suharman, dan Tokoh Masyarakat dari Cangkringan Joko Widodo.
Pihaknya sendiri mengaku tengah fokus untuk memperkuat barisan di tingkat cabang maupun ranting agar seluruh anggota partai bisa memiliki satu visi.
Terlebih, presiden terpilih tahun ini berasal dari partai Gerindra.
“Programnya Pak Prabowo harus kami terjemahkan di kabupaten,” tambah Arif.
Sebelumnya, Gerindra sendiri telah membentuk koalisi Sleman Bersatu bersama dengan empat parpol lain, yakni PKS, Golkar, PPP, dan NasDem.
Gabungan kelima partai tersebut memiliki total 24 kursi di DPRD Sleman.
Salah satu staf DPC Sleman Partai PPP Rico Satrio menuturkan, pihaknya juga sudah mengajukan pembuatan surat tugas untuk Harda Kiswaya.
“Surat tugas dari DPP nanti turun ke DPW provinsi. Kami sudah mengajukan, turunnya kapan belum tahu,” tuturnya.
Editor : Bahana.