RADAR JOGJA – Mencegah kehamilan tidak hanya dilakukan oleh perempuan. Sebab ada lat kontrasepsi (KB) yang bisa digunakan laki-laki untuk menekan populasi. Seperti kondom sebagai kontrasepsi jangka pendek dan Medis Operasi Pria (MOP) atau vasektomi sebagai kontrasepsi jangka panjang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Sleman Wildan Solichin menyebut, penduduk Sleman tahun ini mencapai 1.318.086 orang. Sementara pada tahun lalu berjumlah 1.300.361 jiwa. Hal ini membuat Sleman konsisten menduduki posisi pertama untuk populasi tertinggi di kota/kabupaten DIY lima tahun terakhir.
Oleh karena itu, langkah untuk menekan populasi mulai dilakukan dengan menggencarkan KB bagi laki-laki. Namun, kalangan pria masih sering takut melakukannya karena khawatir mengganggu vitalitas. Sehingga digalakkan agen motivator pria. “Sebagai strategi untuk meningkatkan partisipasi,” tambahnya.
Dia merinci, jumlah KB pria aktif di Sleman 2023 sebanyak 15.525 akseptor. Dengan rincian, pengguna vasektomi sejumlah 379 akseptor dan pengguna kondom 15.146 akseptor. Angka capaian kesertaan KB pria 2023 sendiri sebesar 15,53 persen.
Proses vasektomi, pihaknya mengaku telah bekerja sama dengan RSUP Dr Sardjito. Sementara untuk KB melalui kondom, telah banyak fasilitas kesehatan yang bisa memberikannya secara gratis. “Vasektomi bisa kami gratiskan, bahkan diberi uang saku,” sebut Wildan.
Dia berharap laki-laki bisa ikut berpartisipasi untuk mengikuti KB ini. Terlebih, metode vasektomi minim risiko dan lebih aman. “Laki-laki harus ikut serta,” tegasnya.
Salah satu akseptor vasektomi Zaeni menuturkan, tidak ada yang perlu ditakutkan dengan prosedur vasektomi. Dampak yang dia rasakan sendiri hanya berkurangnya sperma kala ejakulasi.
“Kalau perempuan yang KB, kecenderungannya gemuk. Pasang implan KB kadang sakit atau keputihan,” tutur laki-laki 49 tahun ini. (cr1/eno)