RADAR JOGJA - Baru-baru ini, penutupan U-turn atau putaran balik di jalur Ring-Road Utara, tepatnya di dekat Instiper Karangnongko, Maguwoharjo, Sleman, menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan lalu lintas.
Namun, keputusan ini memicu beragam tanggapan dari warganet.
Penutupan trotoar yang sebelumnya melintasi putar balik tersebut menyebabkan kesulitan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda.
Warga sekitar mengeluhkan bahwa kebijakan ini mengganggu mobilitas mereka yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk berjalan kaki atau bersepeda.
Melansir dari Instagram @merapi_uncover, sejumlah netizen mengkritik dan menilai keputusan tersebut tidak mempertimbangkan kebutuhan mobilitas warga secara rutin.
"aku sekolah kudu lewat ngendi ????," tulis @sweetkiiddy
"Njuk piye leh ku muleh, muter e adoh tenan," keluh @estuww
Netizen lain pun mengeluhkan yang sama, disamping akan menjadi lebih jauh untuk mencari putaran balik, setidaknya pemangku kepentingan diminta menambah penerangan jalan di jalur Ring-Road dahulu ketimbang menutup putaran balik.
"Bali jam 10 bengi peteng malah ditutup jannn lampune sek pak lampuuu malah di tutup nguapang ngalang nek bali," tulis @yevanosela
"Kami tau ini untuk faktor kebaikan dan keamanan, tapi bukankah lebih baik didahulukan penerangan yang baik dan layak, terutama di spot spot potongan jalan dan putar balik," tulis @senengblonjo
Pun ada yang khawatir menutup sumber rezeki mereka yang sudah ada di jalur tersebut.
"Dari kecil hidup di Karangnongko selatan ringroad,,hingga gede membuka usaha pakaian karena jalan ramai alternatif dr jln solo@ke ringroad plus arah maguwoharjo dan pasar stan,,nek di tutup ngene hayo dadi sepi to buosss…
Wes paling penak mabur duwur cenan ????????????," tulis @aan_s.t.w.n
"Iya min penutupan pembatas jalan depan YPKK - instiper sangat merugikan Ekonomi warga setempat daerah Utara Maguwoharjo. Yg mana semua warga dari Utara daerah Maguwoharjo Utara Wedomartani Kadisoka dll. Semua lewat situ????," tulis @sanjaya94_
Di sisi lain, pendukung kebijakan ini menyatakan, bahwa penutupan putar balik adalah langkah yang tepat untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman.
Mereka mengingatkan akan kejadian-kejadian sebelumnya, di mana trotoar di sekitar putar balik sering kali menjadi lokasi terjadinya kecelakaan antara kendaraan dan pejalan kaki.
"Setuju semua putar balik sepanjang ringroad di tutup, demi keamana, sik liwat ben do menyesuaikan," tulis @onotaja_
"ya tapi emang lebih bagus effective si mas. liat aja beberapa minggu terakhir udah berapa korban yang meninggal di jalur cepat. salah satu pencegahan juga buat motor gak masuk jalur mobil," ungkap @rioharyo_ ya
"Memang kalua mau selamat tidak nyaman. gak bisa muter sembarangan. kecuali kalua pemakai jalan wis disiplin kaya wong jepang. dimana2 juga puteran balik gak bisa di kasih sembarangan tempat," tulis @blasiusdenny.
Dalam menghadapi kontroversi ini, pemangku kepentingan diharapkan dapat mendengarkan masukan dari berbagai pihak dan mempertimbangkan kembali kebijakan penutupan tersebut.
Langkah-langkah negosiasi dan solusi yang menyeluruh mungkin diperlukan agar dapat mencapai keseimbangan antara keamanan lalu lintas dan kenyamanan warga sekitar. (Gervasius Domingga Weking)
Editor : Winda Atika Ira Puspita