RADAR JOGJA – Hari yang ditunggu oleh petani di Padukuhan Pondokrejo, Tempel akhirnya tiba. Pada Kamis (4/7), mereka akhirnya bisa merasakan panen raya mentimun.
Budidaya timun ini adalah program pengoptimalan tanah kas kelurahan sebagai lahan tanam masyarakat dengan bantuan Dana Keistimewaan (Danais).
Program bantuan ini telah berjalan sejak 2023 dan ditargetkan bisa berlangsung hingga 2025. Setelah itu, petani diharapkan sudah bisa mandiri.
“Panen raya ini semoga bisa memotivasi para petani untuk meningkatkan produksi pertanian,” ujar Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Kustini menjelaskan program ini bertujuan untuk memberi nilai tambah ekonomi bagi para petani. Terlebih, sektor pertanian memegang peranan penting dalam ketahanan pangan Kabupaten Sleman ke depannya.
Menurut Kustini, tantangan dalam dunia pertanian yang dinamis adalah menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi. Untuk itu, kemampuan dalam mengakses pasar digital jadi mutlak diperlukan. “Nanti petani di Pondokrejo harus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendongkrak produktivitas,” tambah Kustini.
Paniradya Pati Kaistimewaan DIY Aris Eko Nugroho menuturkan, tujuan dari pemanfaatan tanah di kelurahan adalah memastikan kesejahteraan masyarakat setempat. Hal ini sesuai dengan Pergub 24 tahun 2024 tentang pemanfaatan tanah kalurahan.“Jadi jangan sekadar diambil sewanya,” pesan Aris.
Dia turut menjelaskan, banyak opsi yang bisa diambil warga setempat dalam memanfaatkan tanah kas kelurahan. Di antaranya, perikanan, peternakan, hingga hortikultura.“Syarat utamanya adalah harus memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” tutur Aris.
Aris berharap ke depannya lebih banyak daerah bisa mencontoh Padukuhan Pondokrejo. Sehingga, kebutuhan masyarakat bisa selaras dengan potensi yang ada. “Masyarakat yang bisa berdaya pasti sejahtera,” pungkasnya. (cr1)
Editor : Satria Pradika