Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pementasan Wayang Alien Di Monumen UFO Sleman, Angkat Isu Ekologi dengan Lakon Bagong Diculik Alien

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 3 Juli 2024 | 05:35 WIB
INOVATIF: Pentas mini wayang alien dengan lakon Bagong Diculik Alien di Kedai Suru Pitoe atau UFO Monument, Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman. Agung Dwi Prakoso / Radar Jogja
INOVATIF: Pentas mini wayang alien dengan lakon Bagong Diculik Alien di Kedai Suru Pitoe atau UFO Monument, Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman. Agung Dwi Prakoso / Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Indonesia UFO Networks menyelenggarakan pentas mini wayang alien dengan lakon Bagong Diculik Alien di Kedai Suru Pitoe atau UFO Monument, Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman, Selasa (2/7/2024) malam. Konsep pementasan wayang tersebut menggabungkan antara seni tradisi dengan naskah modern yang mengangkat isu lingkungan.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia UFO Festival tahun 2024 yang diadakan selama satu bulan di bulan Juli. Pagelaran wayang diadakan selama satu jam di lokasi yang dijadikan sebagai monumen UFO yakni terdekat dengan lokasi adanya cropcircle di Sleman pada 2011 silam.

Hangno, dalang pertunjukan mini wayang dengan lakon Baging Diculik Alien mengatakan, konsep pertunjukan adalah dengan memadukan cerita tradisi dan cerita modern. Hal itu dibuktikan dengan cerita yang mengangkat isu tentang bayangan-bayangan masa depan yakni rusaknya lingkungan oleh manusia.

"Biasanya dalam dunia alien ada peristiwa penculikan, nah dalam lakon ini bagong diculik untuk diingatkan tentang bahayanya merusak lingkungan," ujarnya saat ditemui di Kafe Suru Pitoe, Selasa (2/7/2024).

Isu kerusakan lingkungan seperti penebangan liar, sampah dan perang dunia disinggung dalam pertunjukan tersebut. Selanjutnya setelah diculik, tokoh Bagong akan menyampaikan pesan-pesan kelestarian lingkungan kepada warga bumi. "Bagong itu kan terkenal tokoh vokal, nah alien ini memilih Bagong agar menyuarakan kelestarian bumi," tuturnya.

Wayang yang ditata berjajar rapi di batang pisang beraneka ragam bentuknya. Mulai dari wayang dengan karakter seperti wayang pada umumnya yakni Bagong dan Punakawan, hingga bentuk tokoh wayang yang unik menyerupai alien. "Bahannya (wayang, Red) kita buat dengan limbah plastik, ini untuk kampanye lingkungan juga," lontarnya.

Isu lingkungan yang dia angkat dengan pertunjukan yaang tersebut merupakan bagian dari konsep kesadaran Memayu Hayuning Bawono. Pertunjukan wayang modern dipilih karena dinilai sebagai media yang pas untuk menyuarakan isu-isu lingkungan kepada generasi muda. "Bedanya dengan wayang konvensional, pertunjukan ini menggunakan full musik elektrik," jelasnya.

Direktur Indonesia Space Science Society (ISSS) Venzha Crhist menambahkan, acara tersebut merupakan bagian dari Indonesia Ufo Festival 2024. Pemilihan lokasi dilatarbelakangi karena di tempat tersebut merupakan tempat adanya corpcircle yang diduga erat kaitanya dengan alien. "Ini juga dalam rangka edukasi pendidikan astronomi dan hal yang berkaitan," ujarnya.

Acara tersebut juga merupakan bentuk pendidikan khususnya pendidikan ekologi yang dibuat sedemikian rupa dengan konsep yang unik. Menurutnya, masyarakat harus sadar bahwa dirinya hidup tidak sendirian dan memungkinkan entitas yang lain mengingat alam semesta yang sangat luas dan tidak terbayangkan. (oso/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#isss #Pentas mini #UFO Monument #alien #Kabupaten Sleman #wayang #berbah