RADAR JOGJA – Jumlah klien di Rumah Penampungan Sementara (RPS) Klidon, Sleman terus meningkat. Namun RPS yang beroperasi sejak 1 Juni 2021 di wilayah Klidon ini tidak memiliki jumlah petugas yang memadai.
Tercatat hanya ada 14 petugas di RPS Klidon. Terdiri dari tujuh petugas keamanan, empat petugas kebersihan, dan tiga pendamping. Sedangkan pada 2021, klien mencapai 51 orang. Pada 2022 menjadi 90 orang, dan tahun lalu mencapai 116 orang.
Klien yang berada di RPS ini, mayoritas orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selain itu, terdapat pula lansia, bahkan pernah ada bayi telantar. “Kami menerima klien dari laporan warga, polisi, atau rumah sakit,” sebut salah satu pendamping sosial Wiwit Daryanti Selasa (2/7).
Wiwit mengaku, para petugas bekerja dari Senin- Kamis sampai pukul 14.00. Sementara Jumat dan Sabtu hingga pukul 13.00. Pada Minggu, mereka juga melakukan piket hingga jam makan siang.
Banyak kondisi klien yang membuat para petugas mesti bekerja secara ekstra. Utamanya apabila mereka dalam kondisi bedrest. “Kami butuh sampai empat orang untuk mengurusi. Biasanya mereka ada luka di punggung, kami juga yang merawat,” jelasnya.
Dia juga mengaku pernah menemui klien ODGJ yang melakukan kekerasan saat dimandikan. Membuat salah satu petugas terkena pukulan ember.
Meskipun demikian, tujuan utama dari pendirian RPS adalah memberikan tempat perlindungan. Usaha-usaha untuk menemukan sanak keluarga jadi strategi utama. “Kalau dia punya keluarga, kita arahkan ke sana. Yang bisa melindungi dia adalah keluarganya,” tuturnya.
Sayangnya, tidak semua klien bisa menemukan keluarganya. Padahal RPS ini hanya bisa menampung klien sampai tujuh hari. Apabila sudah dalam kondisi demikian, maka klien akan dirujuk ke panti sosial.
“Ada juga yang sampai di sini hingga berbulan-bulan sampai meninggal,” kata Wiwit.
Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Sleman Fahmi Khoiri menjelaskan, tahun ini anggaran untuk RPS Klidon sudah disiapkan sebesar Rp 654 juta. Bersumber dari APBD.
Menurutnya, jumlah klien di RPS masih fluktuatif. Dia menilai, kapasitas sumber daya RPS mencapai 15 klien. “Hari ini (kemarin, Red) sembilan orang, tapi kondisi klien butuh pelayanan ekstra,” ujarnya. (cr1/eno)