Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gandeng Universitas Proklamasi 45 Jogja, Disdukcapil Sleman Percepat Aktifasi Identitas Kependudukan Digital

Gunawan RaJa • Selasa, 2 Juli 2024 | 22:14 WIB
Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta menjadi salah satu kampus yang berkomitmen membantu pemerintah dalam mempercepat layanan aktivasi IKD   (GUNAWAN/Radar Jogja)
Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta menjadi salah satu kampus yang berkomitmen membantu pemerintah dalam mempercepat layanan aktivasi IKD (GUNAWAN/Radar Jogja)

SLEMAN - Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman.

Salah satu kampus tertua di Jogja tersebut digandeng untuk mempercepat pelayanan aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).

Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Dr. Andriya Risdwiyanto mengatakan, penerapan IKD memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah dan swasta, tanpa harus datang ke kantor untuk mengurus berbagai dokumen fisik.

"Universitas Proklamasi 45 mendukung pemerintah dalam proses digitalisasi data kependudukan di Indonesia," kata Dr. Andriya Risdwiyanto pada Selasa (2/7/2024).

Di internal kampus, belum lama ini diadakan sosialisasi dan layanan aktivasi IKD.

Program itu diikuti oleh berbagai elemen kampus meliputi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. 

"Agar sosialisasi berjalan cepat dan efisien, beberapa di antara mereka mengajak anggota keluarga untuk ikut mengaktifkan akun IKD," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Sleman Endang Mulatsih mengapresiasi kerjasama kolaboratif antara kedua lembaga dalam mendukung dan berperan aktif dalam program digitalisasi data kependudukan nasional.

"Pada gilirannya, proses digitalisasi akan menuju pada layanan data kependudukan yang lebih aman, akurat, cepat, dan fleksibel karena akan terkoneksi dengan berbagai layanan, baik lembaga pemerintah maupun swasta," kata Endang Mulatsih.

IKD juga dapat berperan sebagai Single Sign On (SSO) bagi seseorang untuk memverifikasi identitas mereka secara online.

Dengan begitu, aplikasi ini menjadi kunci untuk mengakses layanan secara online, serta sebagai mekanisme untuk memberikan persetujuan pemanfaatan data (consent).

"Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk menciptakan pelayanan publik yang inklusif dan memberdayakan semua lapisan masyarakat," ucapnya. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kolaborasi #Universitas Proklamasi #Disdukcapil Sleman #kependudukan