RADAR JOGJA - Teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter.
Teramati Guguran lava sebanyak 13 kali jarak luncur maksimal 1700 meter ke arah barat daya.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Senin 1 Juli 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Kominfo Sleman Tutup Akses Belasan Aplikasi dan Website
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah barat, dan timur.
Baca Juga: Demi Dapatkan Dana Perbaikan dari Pemerintah Pusat, Pemkab Kulon Progo Turunkan Status Jalan
Suhu udara 17-27 °C, kelembaban udara 45-97.6 %, dan tekanan udara 768-918.8 mmHg.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-III, dan kabut 0-I.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-75 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan awan panas guguran, guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga) sejak 5 November 2020.
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin