JOGJA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY menemukan permasalahan dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Beban kerja beberapa Pantarlih khususnya di daerah Turi, Sleman dinilai terlalu berat dengan tanggungan mendata 432 lebih pemilih untuk satu Pantarlih.
Kepala Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY Ummi Illiyana menyampaikan proses coklit dilakukan mulai dari 24 Juni hingga 25 Juli 2024. Beberapa temuan selama satu minggu proses coklit di antaranya terkait beban kerja Pantarlih yang relatif berat di beberapa daerah.
"Di Turi (Sleman) kami mendapatkan fakta bahwa satu Pantarlih menagani 432 lebih pemilih," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/7/2024).
Dengan beban kerja tersebut, ia menilai berpotensi tidak terkejar dalam proses verifikasi faktual sehingga perlu dilakukan antisipasi. Hal tersebut tidak sebanding dengan waktu kerja yang relatif pendek yakni satu bulan.
Dari perhitungan Bawaslu setelah melakukan pengawasan melekat menyimpulkan bahwa Pantarlih dalam satu hari harus melakukan coklit setidaknya sebanyak 15 rumah. Beberapa kendala juga ditemukan seperti rumah kosong ditinggal penghuninya bekerja atau bahkan ke luar kota menambah lama proses coklit.
"Itu cukup berat bagi kami melihat beban kerja Pantarlih. Potensi luput dan potensi tidak didatangi ke rumah itu besar jadinya," tuturnya.
Namun, pihaknya masih menunggu untuk memberikan rekomendasi kepada KPU atas permasalahan tersebut. Hal itu karena Bawaslu akan melakukan pengawasan kembali karena prosesnya baru berlangsung satu minggu.
"Nanti kami akan melihat dan di dua minggu selanjutnya bagaimana perkembangan coklit di lapangan," jelasnya.
Sementara itu, Salah seorang anggota Pantarlih di daerah Sleman, Valentina mengatakan selama satu minggu proses coklit pihaknya tidak mendapatkan kendala di lapangan yang berarti. Namun, kendala ringan seperti pemilik rumah yang sulit ditemui beberapa kali ia rasakan.
"Karena di daerah saya banyak pendatang, jadi sedikit terkendala karena belum hafal," ujarnya.
Menurutnya, beban kerjanya tidak begitu berat karena di daerah yang ia data hanya terdapat sekitar 250 pemilih. Dengan target tersebut, pihaknya optimistis selama satu bulan tugasnya bisa selesai tertangani. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin