Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan saat Musim Kemarau Mungkin Turun di Sleman Utara, BMKG Sebut Hujan Lokal karena Perubahan Kelembapan

Delima Purnamasari • Senin, 1 Juli 2024 | 13:35 WIB
Atlet panjat tebing berlatih saat cuaca cerah di kompleks GOR Klebengan, Sleman, Rabu (26/6).(Guntur aga tirtana/radar jogja)
Atlet panjat tebing berlatih saat cuaca cerah di kompleks GOR Klebengan, Sleman, Rabu (26/6).(Guntur aga tirtana/radar jogja)

RADAR JOGJA – Kondisi cuaca di berbagai daerah, termasuk Sleman, sedang tak menentu. Pada suatu ketika mendung lalu hujan. Tapi sesaat kemudian berubah menjadi panas menyengat.

Analis Metrologi Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Slamet Riyadi menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan oleh perubahan kelembapan. Utamanya pada ketinggian 3.000-5.000 meter. Pada situasi tertentu, wilayah yang bersifat kering terkadang jadi memiliki kelembapan yang baik. “Itu sifatnya lokal. Makanya hujan tidak merata,” ujar Slamet, Minggu (30/6).

Menurut Slamet, musim kemarau sudah jatuh pada pertengahan Mei dan akan menuju puncaknya pada akhir Juli atau awal Agustus. Sementara untuk musim hujan baru diperkirakan jatuh pada pertengahan September. “Kondisi panas, tetapi masih hujan akan didominasi di daerah Sleman bagian utara,” tuturnya.

Slamet menambahkan, cuaca secara global kini dalam kondisi netral. Meski demikian, bukan berarti tidak akan ada gangguan el nino dan la nina. “Masih ada peluang terkadang terjadi hujan,” tambahnya.

Dia menjelaskan kondisi semacam ini memberikan risiko tersendiri. Salah satunya adalah di bidang pertanian. Khususnya padi karena curah hujan yang bersifat temporal. Selain itu, dapat memberi dampak pada kondisi kondisi fisik dan daya tahan tubuh.

Salah satu pekerja di Sleman Arinda Qurnia menuturkan, pernah merasakan hujan pada siang hari dengan tempo singkat. Tapi setelahnya hari kembali begitu terik. “Masalahnya kalau tiba-tiba hujan pagi dan enggak berangkat lebih awal. Banyak yang pakai mobil dan jalanan jadi macet,” katanya.

Ia turut berharap momen sebelum memasuki musim penghujan ini dilakukan perbaikan saluran air. Dengan demikian, ketika musim hujan telah datang, tidak ada lagi banjir di jalanan. (cr1/pra)

Editor : Satria Pradika
#kelembapan #hujan lokal #Sleman #hujan di musim kemarau #panas menyengat #cuaca #BMKG Jogjakarta #Utara