RADAR JOGJA - Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo sangat apresiatif dengan kolaborasi Polri dan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Dalam hal ini dengan mengoptimalkan lahan tidur pertanian.
Menurut Kustini, Kabupaten Sleman memiliki sekurang-kurangnya 311 hektare lahan tidur. Tersebar di wilayah barat Kabupaten Sleman. Khususnya wilayah Kapanewon Moyudan dan Minggir.
Sedangkan pemerintah pusat menjatah 100 hektare untuk optimalisasi lahan tidur di Kabupaten Sleman. "Lahan tidur ini dulunya subur. Tapi akibat El Nino jadi mengering karena kekurangan debit air," ungkapnya.
Baca Juga: Antisipasi Dampak El Nino, Kementan Serahkan Pompa di Klaten
Nah, untuk memulai program optimalisasi lahan tidur, Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Kerja sama tersebut dalam rangka pemenuhan kebutuhan air untuk mengairi lahan tidur.
Supaya kembali subur dan bisa ditanami tanaman pangan. Khususnya padi. "Kawasan ini dahulu kala dimanfaatkan untuk kebun tebu. Kalau sekarang padi," tutur Kustini.
Bupati perempuan pertama Kabupaten Sleman itu sangat serius dalam program tersebut demi mewujudkan ketahanan pangan di daerah. Sekaligus menyokong program ketahanan pangan nasional. "Ini menjadi komitmen kami. Juga demi mewujudkan kesejahteraan petani," ujarnya.(cr1)
Editor : Satria Pradika